Penyebab Kedutan pada Mata Secara Medis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Semua orang pasti pernah mengalami mata berkedut atau kedutan. Uniknya masyarakat sering memaknai gejala mata kedutan dengan mengkaitkan pada hal-hal seperti rezeki atau masalah. Lantas apa sebenarnya penyebab kedutan pada mata?

Mata sebagai salah satu panca indra yang dimiliki manusia, harus mendapatkan perhatian khusus. Menurut Evelyn (1999) mata dibentuk guna menerima rangsangan cahaya pada retina. Kemudian dengan perantaraan serabut nervus optikus, mengalihkan rangsangan tersebut ke penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.

Kedutan pada mata biasanya terjadi dalam beberapa menit. Kedutan terjadi secara tiba-tiba, bisa pada kelopak mata bawah atau atas. Seseorang tidak perlu khawatir dengan mata yang mengalami kedutan. Pasalnya kedutan pada mata bukanlah penyakit yang berbahaya, sehingga tidak terlalu mempengaruhi pengelihatan.

Mata kedutan, mitos atau medis?

Ada mitos yang berkembang bahwa kedutan pada mata bisa dikaitkan pada hal-hal tertentu. Misalnya jika mata kiri kedutan, itu artinya akan seseorang akan menangis. Apabila mata kanan yang kedutan, mitosnya sedang ada seseorang merindukan Anda. Namun fenomena mata kedutan, sebenarnya bisa dijelaskan secara medis.

Menurut Dr. Karen Wolfe yang menulis buku “Create The Body Your Soul Desires”, mata kedutan dapat menjadi tanda jika tubuh sedang mengalami gangguan. Kedutan yang istilah medisnya Blepharospasm (Beb) merupakan kontraksi otot yang tidak terkontrol, sehingga mengakibatkan kontraksi di sekitar mata.

Apabila terus-menerus mengalami kedutan tanpa henti, dapat diprediksi hal tersebut adalah tanda-tanda gangguan pada saraf. Namun bila hanya sesekali mata mengalami kedutan, secara medis dapat berarti mata mengalami gangguan ringan. Gangguan ringan tersebut bisa saja kurang tidur, terlalu lama melihat komputer, atau terlalu lama berkendara.

Kedutan muncul akibat serabut saraf di dalam otak, seketika mengalami kontraksi. Ketika denyutan pembuluh darah tiba-tiba mengalami kontraksi dan membangkitkan aliran melalui nervus facialis, hal itu membuat mata mengalami kejang sesaat.

Tentu saja kontraksi serabut saraf di dalam otak terjadi akibat beberapa hal. dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya ada sembilan faktor menyebabkan terjadinya kedutan pada mata:

  1. Mengalami stres. Kedutan pada mata bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami stres. Mengurangi penyebab stres, setidaknya bisa membantu agar mata berhenti bergerak-gerak.
  2. Kurang tidur. Seseorang yang kurang tidur karena stres, bisa mengakibatkan kejang pada kelopak mata. Alhasil perlu meluangkan waktu untuk mengganti kekurangan tidur, agar kesehatan mata terjaga.
  3. Mata kelelahan. Kelelahan pada mata bisa mengakibatkn kelopak bergerak-gerak. Misalnya mata yang terus menatap komputer atau sedang berkendara, bisa menjadi penyebab gangguan mata ringan.
  4. Mengkonsumsi kafein atau alkohol. Beberapa ahli medis berpendapat jika terlalu banyak mengkonsumsi alkohol atau kafein bisa mengakibatkan mata kedutan, karena tekanan di pembuluh darah mengalami peningkatan.
  5. Mata kering. Proses penuaan bisa mengakibatkan mata kering. Situasi ini bisa menyebabkan mata mengalami gangguan ringan, sehingga mengalami kedutan.
  6. Nutrisi yang tidak seimbang. Kekurangan zat gizi seperti magnesium bisa mengakibatkan kejang pada kelopak mata.
  7. Mata mengalami alergi. Mata alergi antara lain memiliki gejala seperti bengkak, gatal, berair, hingga kejang-kejang.

Gangguan saraf motorik ke-7. Gangguan saraf motorik ke-7 hanya akibat mata mengalami kelelahan. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi vitamin. (APt)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY