Penyebab Kekurangan Vitamin B1 atau Beri-beri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mendengar penyakit Beri-beri yang sering terlintas adalah penyakit yang mengalami pembengakakan pada sekujur tubuh dan jika bagian tubuh tersebut ditekan bentuknya tidak akan kembali lagi seperti semula, tetapi sebenarnya apa itu penyakit Beri-beri? Dan apa penyebab penyakit itu bisa terjadi? Berikut adalah pembahasannya.

Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (Tiamin) yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk otot, jantung, saraf, dan sistem pencernaan. Penyakit ini dinamai beri-beri karena saat seseorang terkena penyakit ini, maka jalannya akan seperti biri-biri. Penyakit ini banyak dijumpai di bagian Asia Tenggara, di mana nasi putih merupakan makanan utama.

Penyakit yang ditemukan pada awal tahun 1900an ini terjadi karena peperangan yang berkepanjangan saat itu menyebabkan sumber makanan alami yang bermanfaat bagi tubuh sulit untuk ditemukan sehingga penyakit beri-beri pun muncul. Penyakit ini erat kaitannya dengan gizi buruk, karena penyakit ini dapat datang dan menyerang seseorang saat mereka kekurangan vitamin B1. Vitamin B1 sangat mudah ditemukan pada makanan pokok orang Indonesia yaitu pada beras putih yang diolah menjadi nasi.

Saat tubuh kekurangan vitamin B1, maka tubuh akan sering mengalami lemas dan tidak bertenaga. Berat badan juga dapat menurun drastis dan tidak normal, kondisi seperti ini dapat memicu timbulnya penyakit beri-beri. Penyakit ini pun bisa juga timbul sejak bayi, jika beri-beri terjadi pada saat bayi bisa dikarenakan sang ibu tidak mengkonsumsi cukup makanan bergizi, terutama beras tumbuh ataupun makanan nabati dan hewani lainnya, sehingga sang ibu kekurangan vitamin B1. Saat menyusui, bayi pun akan mengalami kekurangan vitamin B1 sehingga penyakit beri-beri ini menyerang si bayi.

Kekurangan vitamin B1 atau tiamin sudah dipastikan menjadi penyebab dari penyakit ini tetapi apa ada penyebab lain yang dapat mendatangkan penyakit ini ke tubuh? Kekurangan tiamin ternyata bukan satu-satunya penyebab penyakit ini, berikut adalah beberapa penyebabnya:

  • Melakukan diet yang berlebih dengan diet rendah tiamin. Sudah jadi rahasia umum bahwa banyakan pelaku diet menghindari beras putih yang mengandung banyak vitamin B1.
  • Konsumsi atau penggunaan diuretic yang sering serat dosis yang tinggi. Diuretik adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi, sifat atau penyebab naiknya laju urinasi. Diuretik ialah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukan jumlah pengeluaran (kehilangan) zat-zat terlarut dan air. Diuretik memungkinkan ginjal untuk mengekskresikan urin lebih banyak, yang pada gilirannya membantu menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh. Diuretik sering diberikan kepada pasien yang menderita gagal jantung kongestif dan dapat diberikan baik intravena sebagai larutan atau dalam bentuk pil. Beberapa diuretik adalah agen antihipertensi yang efektif
  • Tube-feeding. Ini adalah suatu alat bantu medis yang digunakan untuk mengatasi masalah pemberian nutrisi pada pasien yang mengalami kesulitan menelan ataupun menolak untuk makan (seperti misalnya mogok makan, atau melakukan diet yang ekstrim). Penempatan tabung alat bantu pemberian makanan ini dapat dilakukan secara sementara (pada kondisi akut) ataupun permanen (pada kondisi ketidak mampuan kronis). Tanpa adanya teknologi alat bantu ini maka banyak sekali pasien yang kemungkinannya untuk hidup berkurang.
  • Komsumsi alkohol secara berlebih.
  • Melakukan operasi pengecilan lambung.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY