Penyebab Kelainan Phimosis

www.huffingtonpost.com

SehatFresh.com – Phimosis adalah kondisi di mana kulup penis terlalu ketat hingga tidak dapat ditarik kembali ke atas kepala penis. Phimosis normal jika terjadi pada bayi dan balita. Jika menimpa anak-anak yang lebih tua, ini mungkin disebabkan oleh jaringan parut pada kulup. Penyakit penis ini tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika menimbulkan kemerahan, nyeri, atau bengkak. Phimosis perlu segera diobati jika menyebabkan masalah seperti kesulitan buang air kecil. Pada orang dewasa, phimosis kadang-kadang dapat dikaitkan dengan infeksi seksual menular.  Phimosis menyebabkan nyeri, luka pada kulup, atau kurang sensasi rangsangan saat bercinta.

Penyempitan ini mengakibatkan kotoran yang terbawa oleh air kencing tak bisa keluar dengan lancar sehingga mengumpul dan menimbulkan infeksi serta peradangan. Peradangan bisa berujung pada kencing nanah maupun gangguan pada ginjal.

Pimosis terjadi sebab lubang yang terdapat pada kulup sempit, sehingga terjadi kenyataan “balloning” dimana prepusium menggelembung saat buang air kecil sebab desakan pancaran urine yang tak diimbangi besarnya lubang di ujung prepusium. Akibatnya sisa-sisa urine mengendap dalam prepusium .

Kandungan glukosa yang terdapat pada urine mengundang bakteri untuk berkembang biak di dalamnya. Akhirnya terjadilah infeksi saluran kencing. Hal ini menjadi faktor yang menyebabkan perlunya diambil tindakan sirkumsisi atau populernya sunat.

Fimosis juga disebabkan sebab taraf higienitas yang rendah pada waktu BAK (Buang Air Kecil) dan akhirnya terjadi penumpukan kotoran-kotoran pada glans penis . Kondisi ini mengakibatkan infeksi dan balanitis serta jaringan parut sehingga kulup tak bisa ditarik ke belakang. Fimosis umumnya merupakan kelainan bawaan sejak lahir, namun fimosis bisa juga disebabkan oleh hal-hal berikut:

Terjadinya infeksi dan peradangan yang diakibatkan kurang bersihnya saluran kencing. Menumpuknya kotoran pada ujung saluran kencing memberikan ruang bagi bakteri, kuman dan penyakit untuk berkembang biak

Trauma sebab benturan. Memar dampak benturan juga bisa menimbulkan peradangan yang berujung pada fimosis.

Infeksi balanitis (infeksi yang terjadi pada kepala kelamin). Tidak adanya kemampuan kulup untuk melakukan peregangan, sehingga ruang di antara kulup dan alat kelamin tak berkembang dengan baik. Kondisi ini menyebabkan kulup jadi inheren pada kepala kelamin sehingga sulit ditarik ke arah pangkal.

Dapatkah Fimosis pada Penis Anak Dicegah?

Fimosis bisa dicegah hanya bila penyebabnya bukan kelainan bawaan, yaitu dengan cara selalu menjaga kebersihannya. Jangan sampai ada kotoran yang menggumpul pada kepala penis dan sekitarnya.

Bersihkan dengan kapas lembut yang telah diberi baby oil atau minyak kelapa dengan mengusapnya lembut. Tarik secara perlahan kepala penis ke bawah hingga tampak lubang penis. Bersihkan lubang itu menggunakan cotton buds yang telah diberi baby oil.

Sedangkan untuk fimosis yang merupakan kelainan bawaan tak bisa dicegah tetapi dapat diatasi dengan sunat. Namun, anak-anak umumnya tidak dapat diminta buat tenang, biasanya sunat ini dilakukan di meja operasi melalui proses pembedahan dengan pembiusan total.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY