Faktor Penyebab Keratitis dan Bagaimana Pengobatannya

0
5
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Keratitis adalah salah satu bentuk penyakit mata yang cukup sering dijumpai. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan pada kornea, mulai dari peradangan ringan hingga parah dan gejala umumnya meliputi mata merah, nyeri, berair, lebih sensitif terhadap cahaya dan terasa ada yang mengganjal di mata. Akan tetapi, pengobatan setiap kasus keratitis tidak selalu sama karena penyebabnya bisa berbeda-beda.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan keratitis, diantaranya:

  • Lensa kontak yang terkontaminasi. Parasit, terutama parasit acanthamoeba, bakteri, dan jamur dapat hidup di permukaan lensa kontak atau tempat penyimpanan lensa kontak. Ketika lensa kontak bersentuhan dengan mata, kornea terkontaminasi dan terkena keratitis infektif (menular).
  • Virus. Virus yang menyebabkan keratitis bisa berbeda pada. Beberapa virus yang dikaitkan dengan keratitis diantaranya adenovirus (penyebab infeksi sistem pernapasan), herpes simpleks (penyebab cold sore), dan varicella zoster (penyebab herpes zoster dan cacar air).
  • Cedera. Objek, seperti lensa kontak, dapat menggores atau menyebabkan luka kecil pada permukaan salah satu kornea dan menyebabkan keratitis non-infektif (tidak menular). Namun, luka pada permukaan kornea tersebut memudahkan bakteri dan mikroorganisme lainnya untuk menginfeksi ke bagian kornea yang lebih dalam. Hal dapat menyebabkan keratitis menjadi menular.
  • Zat kimia. Zat kimia dalam air, seperti kaporit yang digunakan untuk menjernihkan kolam renang, dapat mengiritasi kornea dan melemahkan jaringan halus pada permukaan kornea (epitel kornea) sehingga membuatnya lebih rentan terhadap serangan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya.

Jika Anda merasakan gejala-gejala keratitis, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata. Keratitis sebaiknya tak diobati sendiri karena pengobatan keratitis tergantung pada faktor yang menjadi penyebabnya.

  • Keratitis bakteri. Obat tetes mata antibakteri umumnya efektif mengobati keratitis bakteri ringan. Untuk infeksi sedang hingga parah, pengobatannya mungkin memerlukan antibiotik oral.
  • Keratitis jamur. Bentuk keratitis ini biasanya diobati dengan obat tetes mata antijamur atau obat oral antijamur.
  • Keratitis virus. Obat tetes mata dan obat oral antivirus seringkali digunakan dalam pengobatan keratitis virus. Namun, obat-obatan tersebut terkadang tidak mampu menghilangkan virus sepenuhnya sehingga keratitis bisa kambuh di kemudian hari.
  • Keratitis acanthamoeba. Keratitis yang disebabkan parasit acanthamoeba bisa sulit untuk diobati. Obat tetes mata antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati keratitis jenis ini. Namun, acanthamoeba terkadang resisten terhadap antibiotik sehingga dokter perlu memantau kondisi mata jika infeksi belum benar-benar bersih.
  • Keratitis non-infektif. Dokter umumnya memberi obat resep dan eye patch untuk mendorong proses penyembuhan dan melindungi area mata yang terkena agar tidak berkembang menjadi infeksi.

Keratitis yang parah dan tidak merespon pengobatan dengan baik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kornea dan merusak penglihatan. Dalam kasus seperti ini, dokter mungkin merekomendasikan transplantasi kornea. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY