Penyebab Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

SehatFresh.com – Anak akan mencapai suatu tahapan tumbuh kembang pada usia-usia tertentu seperti duduk, merangkak, berjalan, berbicara, dan lain-lain. Pada dasarnya, perkembangan setiap anak dapat berbeda-beda. Sedikit keterlambatan dalam mencapai tahapan tersebut masih dapat ditoleransi. Namun, ada keterlambatan perkembangan yang perlu dicermati dan diwaspadai oleh para orang tua sedari dini.

Ada beberapa aspek dalam perkembangan anak, yaitu bicara, penglihatan, keterampilan motorik, keterampilan kognitif hingga keterampilan sosial-emosional. Keterlambatan pada anak dapat terjadi pada satu atau lebih aspek. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa 10-15% kasus keterlambatan perkembangan  terjadi pada anak usia di bawah tiga tahun. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sekitar 13% anak-anak mengalami keterlambatan dalam tumbuh-kembangnya sehingga membuat mereka membutuhkan bantuan para ahli. Beberapa keterlambatan yang ada dapat membaik saat anak mulai masuk TK. Namun, ada pula beberapa yang tidak teridentifikasi hingga usia sekolah. Oleh karena itu, pengenalan keterlambatan perkembangan sangatlah penting agar bisa terdeteksi lebih dini. Pasalnya, keterlambatan ini bisa disebabkan oleh paparan lingkungan, kelainan bawaan atau kondisi medis yang mendasari.

Aspek kemampuan bicara

Keterlambatan bicara adalah jenis gangguan perkembangan yang paling sering terjadi pada anak-anak. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini, diantaranya:

  1. Paparan terhadap lebih dari satu bahasa (dua atau lebih bahasa)
  2. Kelainan pada otot sekitar lidah dan mulut
  3. Kelainan pendengaran yang bisa terjadi akibat infeksi telinga, masalah pada saraf pendengaran, penggunaan obat-obat tertentu, trauma, atau kelainan bawaan.
  4. Autisme

Aspek penglihatan

Hingga usia enam bulan, penglihatan bayi masih belum sempurna. Selepas usia tersebut, penglihatan anak akan berangsur-angsur semakin baik. Kelainan penglihatan umumnya mulai terlihat ketika anak memasuki bangku sekolah. Hal ini dapat disebabkan oleh:

  1. Kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme)
  2. Sindrom mata malas (amblyopia)
  3. Katarak
  4. Retinopati (kelainan pada retina)
  5. Mata juling

Aspek motorik

Keterampilan motorik terdiri dari motorik kasar (duduk, merangkak, berjalan) dan motorik halus (seperti menggenggam, menulis). Umumnya, bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami keterlambatan pada aspek ini. Alasan lain keterlambatan ini bisa disebabkan oleh ataksia (kelainan koordinasi otot), cerebral palsy, kelainan pada otot (miopati), kelainan penglihatan dan kelainan pada saraf tulang belakang (spina bifida)

Aspek kognitif

Pada aspek kognitif, gangguan kecerdasan dan berpikir dapat disebabkan oleh:

  1. Kelainan genetik seperti sindrom Down
  2. Paparan toksin atau alkohol pada masa kehamilan
  3. Autisme
  4. Kurangnya perhatian orang tua
  5. Penyakit yang dialami ketika bayi (misalnya epilepsi)

Aspek sosial-emosional

Anak-anak dapat mengalami kesulitan dalam berinteraksi, baik dengan teman sebayanya maupun dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua, gangguan kognitif dan autisme.

Bila Anda mencurigai anak Anda mengalami keterlambatan dalam salah satu atau beberapa aspek tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak guna mendapatkan evaluasi dan penanganan lebih dini.

Sumber gambar : www.pttkarumahsahabat.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY