Penyebab Ketombe pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain orang dewasa, banyak juga remaja yang terganggu dengan ketombe, yang seringkali diikuti rasa gatal di kulit kepala. Ya, ketombe dapat mulai muncul pada awal masa remaja selama masa pubertas. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan ketombe. Tetapi, para ahli meyakini bahwa ketombe pada remaja umumnya muncul ketika kelenjar minyak dan folikel rambut memproduksi terlalu banyak minyak kulit (sebum). Kadar hormon yang tinggi selama tahun-tahun remaja menyebabkan produksi minyak lebih, yang pada gilirannya dapat menyebabkan ketombe. Selain karena hal ini, terdapat sejumlah penjelasan lainnya mengenai asal usul munculnya ketombe secara lebih luas.

Secara alamiah, tubuh akan merontokkan sel kulit yang mati secara teratur setelah membentuk sel kulit yang baru. Ketombe bisa muncul ketika siklus alami peremajaan kulit ini terjadi lebih cepat. Hal ini menyebabkan bercak kulit mati terakumulasi pada permukaan kulit kepala, sehingga menimbulkan serpihan yang sering kita sebut ketombe.

Teori mengenai apa yang menyebabkan siklus tersebut menjadi lebih cepat belum dipahami sepenuhnya. Namun, besar kemungkinannya ini dipengaruhi oleh:

  • Dermatitis seboroik. Ini merupakan kondisi umum yang menyebabkan kulit berminyak. Selain kepala, orang dengan dermatitis seboroik juga dapat mengalami pengelupasan pada bagian tubuh lain, seperti alis, sisi hidung dan
  • Jamur kulit. Malassezia merupakan jenis jamur tidak berbahaya yang hidup di kulit. Jika pertumbuhannya berlebihan, jamur ini dapat mempercepat produksi kulit baru. Kehadiran jamur berlebih pada kulit dapat menimbulkan respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh (pertahanan tubuh terhadap infeksi), yang kemudian dapat menyebabkan kulit menjadi berminyak.

Faktor lainnya terkait munculnya ketombe meliputi:

  • Jarang keramas atau terlalu sering keramas. Bila rambut jarang dicuci, minyak dan sel-sel kulit di kepala akan menumpuk dan menyebabkan ketombe. Namun, terlalu sering keramas juga tidak baik untuk kulit kepala. Penggunaan sampo berlebihan dapat mengiritasi kulit kepala, yang salah satu dampaknya adalah ketombe.
  • Terlalu sering menggunakan produk styling Ini seperti hairspray, gel rambut dan hair mousse (styling foam).
  • Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut (dermatitis kontak). Sensitivitas terhadap bahan dalam produk perawatan atau pewarna rambut tertentu (khususnya paraphenylenediamine) dapat menyebabkan kulit kepala menjadi memerah, gatal dan bersisik.
  • Stres emosional. Stres tidak secara langsung menyebabkan ketombe. Orang yang sedang stres sering memiliki sistem kekebalan tubuh yang Ini dapat mengakibatkan pertumbuhan jamur kulit menjadi tidak terkendali dan kelenjar minyak menghasilkan minyak berlebih. Keduanya berkaitan dengan ketombe.
  • Cuaca panas menyebabkan timbulnya keringat, yang pada gilirannya dapat menimbulkan ketombe. Di sisi lain, cuaca dingin dan lembab juga berpotensi menimbulkan ketombe. Tingkat kelembapan udara yang tinggi membuat kulit terasa kering serta lebih lembap, karena rambut menyerap kelembapan dari lingkungan di sekitarnya. Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan jamur penyebab ketombe.

Ketombe umumnya dapat diatasi dengan sampo khusus rambut berketombe (anti-dandruff). Pemakaian sampo disarankan untuk digunakan setiap hari hingga ketombe di kulit kepala dapat terkendali. Setelah ketombe terkendali, kurangi frekuensi penggunaan sampo menjadi dua atau tiga kali dalam seminggu. Jika ketombe tetap membandel setelah pemakaian sampo beberapa minggu, segera periksakan ke dokter. Dengan evaluasi lebih lanjut oleh dokter, dapat diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab munculnya ketombe, serta penanganan akan disesuaikan dengan penyebabnya sehingga lebih cepat dan efektif.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY