Penyebab Malabsorbsi yang Mengakibatkan Diare

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Malabsorbsi ini adalah kagagalan kinerja usus untuk menyerap dengan baik nutrisi-nutrisi yang masuk ke tubuh, nutrisi tersebut termasuk karbohidrat, protein, lemak, air, elektrolit, mineral, dan vitamin, yang dapat mengakibatkan ekresi pada tinja. Pada banyak kasus penderita malabsorbsi mengeluhkan dirinya terserang diare kronis, biasanya ditandai dengan bentuk feses yang dikeluarkan cair, ini dapat terjadi mengingat gangguan pada usus halus tidak ada zat nutrisi yang terabsorbsi atau terserap, sehingga feses tidak berbentuk.

Meskipun begitu nyatanya diare dan malabsorbsi kedua penyakit ini masih sulit untuk dibedakan karena malabosri dapat mengakibatkan diare sedangkan penyebab diare belum tentu karena malabsorbsi. Malabsorbsi juga memiliki gejala yang variatif bergantung dari zat apa yang tidak bisa dicerna olleh mukosa usus. Maka dari itu perlu pemeriksaan yang benar-benar detail untuk mengetahui penyakit yang timbul apakah benar malabsorbsi atau tidak, pemeriksaan diperlukan juga agar malabsorbsi cepat ditangani dan tidak dapat mengakibatkan tubuh penderita kekurangan gizi.

Malabsorbsi sendiri dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu: malabsorbsi karbohidrat, pada malabsorbsi jenis ini salah satu gangguannya adalah intoleran dengan laktosa. Kemudian malabsorbsi lemak, pada kondisi ini yang paling terlihat akibatnya adalah feses yang dikeluarkan tidak berbentuk, berwarna coklat muda sampai kuning, dan terlihat beriminyak (steatore). Bagian ke tiga yaitu malabsorbsi protein.

Berbagai hal dan keadaan dapat menyebabkan malabsorbsi dan maldigesti pada seseorang, salah satunya penyebabnya adalah karena defisiensi enzim atau adanya gangguan pada mukosa usus tempat absorbsi dan digesti zat tersebut. Sampai saat ini masih belum diketahui apa saja faktor risiko yang mendalangi datangnya malabsorbsi, namun beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan penyakit ini muncul antara lain:

  • Gangguan pencernaan dan absorbsi (penyerapan) nutrisi di dalam usus halus.
  • Kelainan pada pencernaan. Ini adalah kelainan yang berhubungan langsung dengan pencernaan makanan maupun karena kelainan yang terjadi secara langsung mempengaruhi proses penyerapan makanan.
  • Penyakit tertentu. Adanya penyakit-penyakit yang dapat menghalangi tercampurnya antara makanan dengan asam lambung dan enzim-enzim pencernaan yang tepat. Hal ini dapat terjadi pada orang yang sebagian lambungnya sudah diangkat. Penyakit-penyakit yang dapat menghalangi percampuran zat-zat tersebut tersebut antara lain adalah: pankreatitits, ca pankreas, penyakit chrons pada illeum terminalis, sprue celiac, penyakit whipple’s, amiloidosis, defisiensi laktase, sindrom zollinger-ellison, gangguan paska gasterektomi, reseksi usus halus atau kolon.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY