Penyebab Malabsorpsi pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Terkadang, remaja yang makan makanan bernutrisi dan bergizi seimbang tetap berisiko mengalami gizi buruk. Hal ini mungkin terjadi akibat ketidakmampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari sistem pencernaan ke dalam aliran darah, kondisi ini disebut malabsorpsi. Normalnya, proses pencernaan akan mengubah nutrisi dari makanan menjadi unit-unit kecil yang melewati dinding usus dan masuk ke aliran darah, yang kemudian dibawa ke sel-sel lain dalam tubuh. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat menghambat proses ini sehingga nutrisi tidak terserap dengan baik.

Malabsorpsi dapat menyebabkan kekurangan semua nutrisi atau kekurangan nutrisi tertentu saja. Gejala malabsorpsi ini bervariasi tergantung pada kekurangan nutrisi yang dialami. Secara umum, gejalanya meliputi perut kembung, penurunan nafsu makan, diare, rasa tidak nyaman di perut, dan suara usus yang meningkat. Karena gejala-gejala tersebut, penderita malabsorpsi biasanya mengalami penurunan berat badan atau sulit menambah berat badan meskipun sudah mengonsumsi makanan yang memadai dan cukup gizi.

Malabsorpasi tentunya akan berdampak buruk pada tumbuh kembang remaja. Pasalnya, pertumbuhan di masa remaja merupakan fase kritis yang menuntut kebutuhan nutrisi yang tinggi pertumbuhannya maksimal. Bila pada masa ini kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, akan berdampak pada terlambatnya pematangan seksual dan hambatan pertumbuhan sehingga perkembangan fisik remaja Anda mungkin tidak seperti remaja lain yang sama usianya. Pasalnya, kebutuhan nutrisi yang tinggi pada remaja berkontribusi besar terhadap perubahan dan pertambahan berat badan, tinggi badan, massa tubuh dan komposisi tubuh.

Dengan demikian, bila Anda mencurigai adanya tanda malabsorpsi pada remaja Anda, lebih baik segera diperiksakan ke dokter agar diketahui penyebab pastinya. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab malabsorpsi pada remaja, antara lain:

  • Kekurangan enzim pencernaan. Pada sebagian orang, enzim yang dihasilkan tubuh tidak mencukupi karena berbagai faktor, utamanya karena masalah pada kandung empedu, hati, atau pankreas, di mana tubuh menghasilkan enzim atau empedu yang tidak sesuai dengan kebutuhan dalam mencerna makanan.
  • Cedera usus. Malabsorpsi juga bisa terjadi akibat adanya peradangan atau cedera pada lapisan usus, seperti karena terapi radiasi di sekitar perut atau karena memiliki sindrom usus pendek, di mana remaja Anda menderita kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan sebagain besar usus kecil seperti penyakit Crohn, kanker, luka traumatis dan pembekuan darah di arteri yang menyuplai darah ke usus.
  • Kondisi kongenital atau bawaan lahir, seperti atresia bilier, di mana saluran-saluran empedu tidak berkembang secara normal sehingga dapat menghambat aliran empedu dari hati.
  • Penggunaan antibiotik berkepanjangan. Antibiotik tak hanya membasmi bakteri penyebab penyakit, tapi juga bakteri baik dalam sistem pencernaan. Bila digunakan secara terus menerus, keseimbangan bakteri baik dalam usus semakin dirugikan, dan bisa menyebabkan pencernaan dan penyerapan nutrisi dari makanan tidak berjalan maksimal.
  • Kelebihan asam lambung. Produksi asam lambung berlebih dapat menyebabkan nyeri perut, kembung dan masalah usus. Seiring waktu, kondisi ini dapat berkembang menjadi gastroesophageal reflux disease (GERD), dan menyebabkan gangguan pada pencernaan yang juga berdampak pada penyerapan nutrisi yang tidak maksimal.

Umumnya, pengobatan utama untuk malabsorpsi adalah dengan menerapkan perubahan pola makan atau melibatkan suplemen diet khusus untuk menggantikan nutrisi yang tidak mampu diserap oleh tubuh. Jika gangguan disebabkan infeksi, penderita juga umumnya diiberi resep antibiotik. Jika enzim yang menjadi masalahnya, maka penderita akan diberi suplemen dengan kandungan enzim lengkap guna membantu tubuh dalam mencerna berbagai nutrisi penting yang dibutuhkannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY