Penyebab Mikropenis pada Anak dan Pengobatannya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika orangtua pasti dibuat cemas saat melihat anak laki-lakinya memiliki ukuran kelamin yang kecil. Namun orangtua tak perlu kuatir dengan situasi tersebut, karena kasus penis kecil atau mikropenis dapat diatasi dengan bantuan medis. Oleh karena itu sebaiknya orangtua memeriksakan putranya ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut kondisi yang terjadi.

Penis anak perlu diukur, sebelum divonis

Penis anak perlu diukur terlebih dahulu apakah di bawah normal atau masih dikatakan standar. Mengukur panjang penis anak bisa menggunakan penggaris atau caliper. Caranya penis diukur dalam keadaan tegang dan tidak boleh lemas. Kemudian ibu jari dan telunjuk memegang serta menarik bagian ujung penis. Pengukuran bisa dilakukan dari dasar penis (pubis).

Hasil pengukuran lantas dibandingkan dengan ukuran panjang penis menurut usia anak normal. Apabila panjangnya kurang dari 2,5 standar deviasi, maka anak laki-laki tersebut dapat digolongkan mikropenis. Namun apabila panjangnya di antara 2,5 standar deviasi dan ukuran normal sesuai usianya, maka anak laki-laki itu termasuk kategori penis kecil.

Bentuk penis pada anak juga perlu diperhatikan. Dokter biasanya akan melihat apakah ada kelainan bentuk seperti bengkok, kulit bersayap, letak lubang kencing, bentuk kantong skrotum, posisi kedua buah pelir, hingga tebal jaringan lemak bawah kulit. Alat kelamin perlu diperiksa teliti, terutama bila terdapat dugaan mikropenis pada anak.

Penyebab terjadinya mikropenis

Mikropenis dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dikutip dari berbagai sumber yang menjadi penyebab antara lain tidak berkembangnya testis (buah pelir), produksi hormon androgen (testosteron) pranatal yang mengalami penurunan, hingga produksi hormon testosteron yang mengalami gangguan.

Testosteron adalah hormon yang bermanfaat guna penyempurnaan atau maskulinisasi bentuk kelamin. Sementara kelenjar pituitari mengeluarkan hormon yang bermanfaat guna mengontrol pengeluaran hormon androgen pada testis. Penis yang kecil menyerupai mikropenis, bisa juga diakibatkan lemak suprapubik yang cukup tebal. Kondisi itu membuat sebagian atau bahkan seluruh batang penis tidak terlihat.

Pengobatan untuk mikropenis

Penanganan bagi anak laki-laki yang mengalami mikropenis tergantung pada penyebabnya. Pasalnya seperti yang dijelaskan diawal, bahwa tidak semua penis berukuran kecil dikatakan mikropenis. Perlu konsultasi dengan dokter anak, khususnya pada kasus mikropenis yang kompleks.

Umumnya pada anak-anak yang didiagnosa mikropenis, penanganan sederhana dengan memberikan hormon testosteron.  Pemberian hormon tersebut akan berfungsi dalam merangsang pertumbuhan penis, sehingga bisa mencapai bentuk normal pada saat remaja. Hanya saja pemberian hormon testosteron juga harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Pasalnya apabila hormon tersebut diberikan secara berlebihan, bisa menyebabkan penutupan tulang atau memicu pubertas. Pemberian testosteron oleh dokter biasanya dilakukan dalam waktu singkat, yakni 4 kali berupa testosteron siprionat atau enantat secara suntik intramuskuler pada 3-4 minggu. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here