Penyebab Miom yang Harus Anda Tahu

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian besar wanita pernah mengalami penyakit ini. Penyakit ini berkaitan dengan reproduksi wanita. Apa nama penyakit tersebut? Ya, penyakit itu adalah miom. Tapi, tahukah Anda apa saja yang menjadi penyebabnya?

Miom adalah pertumbuhan di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom dikenal juga dengan nama mioma, uteri fibroid, atau leiomioma.

Ukuran dari miom sendiri sangat bervariasi. Ada yang sekecil biji dan ada juga yang berukuran besar hingga mengakibatkan rahim membesar. Miom yang muncul mungkin hanya satu atau bisa juga muncul beberapa secara sekaligus.

Sekitar 75% wanita pernah memiliki miom. Terkadang, kondisi ini tidak diketahui oleh sebagian wanita yang mengalaminya karena hampir tidak muncul gejala.

Hingga kini, penyebab kemunculan miom masih belum diketahui dengan pasti. Namun, beberapa pakar kesehatan menyatakan ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko miom, yakni:

  • Hormon estrogen

Kemunculan miom kerap dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Biasanya, miom muncul pada usia seseorang sekitar 30 hingga 50 tahun. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen. Jumlah resptor estrogen pada jaringan miom bisa melebihi jaringan otot kandungan di sekitarnya sehingga bisa tumbuh lebih cepat saat kehamilan, bertambah besar saat reproduksi dan mengecil pada masa menopause.

  • Infeksi

Terjadinya infeksi atau terdapatnya jamur pada rahim juga dapat memicu tumbuhnya miom, meskipun telah diangkat dengan operasi. Jadi, penting untuk menjaga kebersihan organ intim agar terhindar dari berbagai ancaman mikroorganisme yang masuk ke dalam organ intim yang dapat memungkinkan munculnya penyakit di vagina maupun di dalam rahim.

  • Obesitas

Hal ini karena produksi dan kadar hormon estrogen di dalam tubuh terus meningkat seiring bertambahnya berat badan.

  • Keturunan

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Hal ini merupakan faktor genetika yang diturunkan dari orangtua. Dengan kata lain, seseorang akan cenderung lebih rentan terkena miom bila keturunan di atasnya pernah memiliki riwayat serupa.

  • Menstruasi dini

Seseorang yang mengalami menstruasi di usia lebih muda dibandingkan kebanyakan wanita cenderung memiliki risiko terkena miom yang lebih tinggi.

  • Pola hidup buruk

Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol mempercepat perkembangan miom bagi pelakunya.

  • Pola makan tak sehat

Terlalu sering mengonsumsi makanan tak sehat, seperti junk food dan jarang mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya serat juga bisa meningkatkan risiko terkena miom.

Penyakit miom bukannya penyakit tanpa solusi. Hal terpenting adalah mempelajari informasi secara lengkap tentang penyakit tersebut sehingga Anda bisa mempersiapkan segala hal sebagai bentuk kewaspadaan dan pencegahan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here