Penyebab Naiknya Asam Lambung saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkan di antara pembaca mengalami kondisi perut terasa nyeri dan kembung akibat naiknya asam lambung ketika berpuasa? Naiknya asam lambung ketika sedang berpuasa, memang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah tidur dalam keadaan perut sedang kenyang.

Naiknya asam lambung dapat mengganggu ibadah puasa

Problem pencernaan terkait naiknya asam lambung dapat mengganggu jalannya ibadah puasa. Seseorang apabila terserang asam lambung maka akan mengalami mual, nyeri di perut, nyeri di dada, nyeri di kerongkongan hingga muncul rasa ingin muntah.

Asam lambung yang meningkat dapat pula mengakibatkan penyakit maag. Ketika asam lambung menyerang, kondisi tubuh memang tidak mengenakan. Lantas apa saja penyebab naiknya asam lambung ketika sedang menjalani puasa?

Penyebab naiknya asam lambung ketika sedang berpuasa

Salah satu penyebab naiknya asam lambung saat sedang berpuasa adalah tidur dalam kondisi perut kenyang. Hal tersebut umumnya terjadi setelah seseorang  menyantap makan sahur. Situasi tersebut akan memudahkan asam lambung naik ke esofagus, sehingga mengakibatkan perut perih.

Selain hal di atas, faktor makanan yang dikonsumsi juga bisa menjadi penyebab naiknya asam lambung. Makanan-makanan yang dapat merangsang naiknya asam lambung antara lain makanan berlemak, makanan yang terlalu pedas, makanan yang terlalu dingin, hingga makanan yang terlalu asam.

Alhasil sangat penting bagi seseorang dalam menjaga asupan makanan supaya asam lambung di dalam tubuh tetap normal. Lantas bagaimana cara mencegah atau mengatasi asam lambung agar tidak naik ketika menjalani ibadah puasa?

Menghindari naiknya asam lambung ketika berpuasa

Kondisi naiknya asam lambung juga dikenal dengan istilah Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD). Tidak dipungkiri jika GERD sering muncul ketika seseorang sedang menjalani ibadah puasa. Terdapat beberapa kebiasaan ketika berpuasa yang dapat memicu asam lambung mengalami peningkatan.

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah tidur sesudah makan sahur. Ketika lambung dalam kondisi terisi penuh, maka dapat memudahkan asam lambung naik ke esofagus. Rupanya posisi berbaring ketika tidur yang dapat mengakibatkan asam lambung kembali ke arah kerongkongan.

Kemudian GERD dapat mengakibatkan dada terasa panas atau sesak. Alhasil setelah makan sahur, sebaiknya tidak langsung berbaring tidur. Posisi berbaring atau tidur juga dapat membuka katub lambung, sehingga memudahkan asam lambung naik.

Apabila ingin berbaring, maka posisinya pun harus lebih tinggi dari lambung guna mencegah munculnya GERD. Idealnya tidur dilakukan kurang lebih 2 hingga 3 jam setelah makan sahur. Hal tersebut untuk memberikan waktu pada sistem pencernaan dalam mencerna makanan yang dikonsumsi.

Makanan yang dikonsumsi ketika sahur atau berbuka puasa juga bisa mempengaruhi naiknya asam lambung. Disarankan untuk menghindari makan yang berlebihan secara sekaligus ketika berbuka puasa. Selain itu hindari pula makanan yang berlemak tinggi atau kopi, karena dapat merangsang naiknya asam lambung lebih tinggi. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY