Penyebab Payudara Asimetris

Perbedaan ukuran yang cukup jauh seringkali membuat orang lain bisa mengamati perbedaan tersebut dari luar. Payudara secara alamiah memang tidak sama ukurannya antara kiri dan kanan. Tapi, seharusnya perbedaan tersebut tidak terlalu signifikan. Ukuran payudara yang berbeda ini bisa menyebabkan salah satu payudara lebih berat dari yang lain. Ada pula yang letak payudara yang satu lebih tinggi daripada yang kanan.

Payudara sebelah kiri cenderung berukuran lebih besar. Hal ini disebabkan payudara kiri terletak di dekat jantung, di mana terdapat lebih banyak pembuluh darah, urat nadi, dan lapisan lemak yang melindungi jantung. Sedangkan, payudara yang berada di sisi yang sama dengan tangan yang Anda gunakan untuk menulis, biasanya memiliki otot yang lebih kuat.

Ada beberapa faktor yang dapat membuat payudara asimetris. Selain karena faktor genetik, kondisi ini juga bisa terjadi akibat pola pertumbuhan acak, perubahan hormonal, atau cedera traumatis ke area payudara pada masa tumbuh kembang. Sindroma Polandia juga bisa menjadi penyebabnya. Sindroma Polandia ditandai dengan berkurangnya otot pektoral atau otot dada, hingga pada akhirnya menyebabkkan tidak berkembangnya payudara di salah satu sisi tubuh.

Produksi hormon estrogen menjadi kunci pertumbuhan jaringan payudara selama pubertas. Biasanya, pertumbuhan payudara bermula sekitar dua tahun usai mengalami mentruasi untuk pertama kalinya, dan berhenti berkembang ketika memasuki usia 21 tahun. Setelah seseorang berusia 21 tahun, maka pertumbuhan payudara akan berhenti dan akan berubah saat seseorang hamil atau menopause. Selama menopause terjadi penurunan estrogen yang menyebabkan lemahnya jaringan ikat pada payudara sehingga payudara kehilangan elastisitasnya. Tanpa leastisitas, payudara mulai berubah bentuk sehingga menyebabkan perbedaan ukuran.

Obat-obatan berbasis hormon seperti kontrasepsi juga bisa menjadi penyebab payudara asimetris. Tubuh dan jaringan payudara akan merespons peningkatan jumlah hormon dengan pembesaran kelenjar jaringan dan kadang menyebabkan pertumbuhan sementara. Kondisi ini biasanya tidak permanen. Jika bentuk payudara masih besar sebelah meskipun obat sudah dihentikan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Sebagian besar kasus perbedaan ukuran payudara biasanya tidak memerlukan peroses pembedahan. Tapi jika satu payudara sudah terlihat jauh lebih besar dari ukuran lainnya atau terlihat perbedaannya secara signifikan, maka ada kemungkinan untuk mempertimbangkan operasi plastik. Tindakan operasi untuk kasus payudara asimetris mungkin melibatkan proses pembesaran salah satu payudara atau keduanya, pengurangan ukuran satu atau kedua payudara, atau pembesaran pada satu payudara dan pengurangan ukuran payudara lainnya. Sekitar 90 persen operasi untuk memperbaiki payudara asimetris terbukti berhasil dilakukan.

 *pic terbaru6.blogspot.com

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here