Penyebab Pendarahan Saat Hamil Muda

SehatFresh.com – Pada usia kehamilan muda terlebih bila hamil anak pertama, ibu sering kali dicemaskan dengan kondisi kandungannya. Perubahan kondisi tubuh yang menyertai kehamilan seringkali membuat ibu bertanya-tanya kondisi yang normal atau tidak dan apakah berbahaya bagi janin. Terjadinya pendarahan pada trimester pertama adalah salah satu hal yang mencemaskan para ibu hamil.

Siapa yang tidak cemas ketika hamil tiba-tiba ibu mengalami pendarahan? Setiap ibu hamil akan menyangka bahwa itu adalah pertanda yang berbahaya. Perdarahan saat hamil kerap diidentikan dengan keguguran. Padahal, tidak semua perdarahan merupakan gejala keguguran. Pendarahan pada ibu hamil dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, namun biasanya sering dialami ibu hamil pada trimester pertama. Sedikit bercak darah mungkin tidak terlalu mencemaskan dan berbahaya bagi ibu hamil. Namun, jika ibu hamil mengalami pendarahan berat di usia kehamilan trimester pertama maka itu adalah salah satu tanda terjadinya keguguran.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya pendarahan saat hamil :

  • Peningkatan sensitivitas rahim

Selama kehamilan, aliran darah ke leher rahim meningkat karena perubahan hormon. Hal ini dapat menyebabkan keluarnya bercak darah ringan terutama setelah berhubungan seks.

  • Infeksi

Beberapa bercak atau perdarahan juga dapat terjadi jika Anda memiliki beberapa infeksi bakteri pada serviks atau vagina selama kehamilan. Kondisi ini harus segera diobati karena dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur.

  • Hematoma subkorionik

Hematoma subkorionik adalah jenis gumpalan kehamilan yang hadir dalam plasenta. Sangat jarang dan mungkin angka kasusnya hanya satu persen kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan ringan hingga berat dan juga dapat berakhir dengan keguguran. Namun, sebagian besar perdarahan berhenti tanpa komplikasi.

  • Vanishing twin syndrome

Pada kasus vanishing twin syndrome, seorang wanita hamil yang hamil kembar dan salah satu dari si kembar mengalami keguguran dan yang lainnya tetap tumbuh. Gejalanya berupa perdarahan, kontrkasi dan nyeri rongga panggul.

  • Kehamilan ektopik

Pada kehamilan ektopik, telur yang dibuahi tidak tertanam dalam rahim tapi terjebak di salah satu saluran tuba. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan saat telur dibuahi tumbuh semakin besar di dalam tabung. Jika Anda mengalami kram perut dan perdarahan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pendarahan selama kehamilan dapat menjadi gejala keguguran tapi tidak selamanya selalu seperti itu. Ketika ibu mengalami pendarahan, ibu harus segera memeriksakan hal tersebut agar mengetaui penyebab pastinya. Ibu juga harus menjelaskan dengan terperinci kepada dokter tentang pendarahan yang terjadi, seperti banyaknya darah yang keluar, warna darah, rasa sakit yang menyertai, dan lain sebagainya.

Sumber gambar : bidanku.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY