Penyebab Penyakit Demensia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Demensia adalah penyakit yang sungguh menakutkan, karena ia tidak menyerang tubuh seseorang melainkan ia menyerang bagian otak penderita.

Penyakit demensia termasuk semua jenis penyakit yang mempengaruhi kualitas memori secara umum dan mengurangi kemampuan berpikir atau mengingat bagi penderitanya. Sebenarnya, semua orang baik usia muda maupun tua bisa berkena demensia. Berbagai kondisi bisa berpengaruh untuk kekuatan memori dalam otak.

Demensia atau kondisi pikun yang dihadapi oleh penderitanya bisa terjadi karena akumulasi dari gangguan terhadap sistem dalam otak. Awalnya penderita akan mengalami beberapa tanda seperti sulit mengingat, gangguan untuk bisa berkomunikasi dengan baik serta perbedaan penilaian terhadap sebuah subjek. Berikut ini adalah beberapa penyebab demensia yang umumnya terjadi:

  • Penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer merupakan penyakit yang sering menyebabkan demensia untuk orang usia lanjut sekitar 60 tahun ke atas. Dalam kasus yang sangat kecil juga terjadi pada usia dibawah itu. Penyakit Alzheimer terjadi ketika ada masalah kerusakan otak pada bagian tertentu. Kemudian gangguan ini menyebabkan adanya penumpukan protein yang sangat tinggi pada bagian otak tertentu. Kondisi inilah yang akan membuat sel-sel otak tidak bisa bekerja dengan baik. Kerusakan ini biasanya menyerang daerah hippocampus yang memang menjadi pusat kumpulan memori dalam otak. Penyakit Alzheimer memang tidak akan langsung berkembang namun berjalan antara delapan hingga 10 tahun. Kemampuan penderita akan menurun mulai dari bahasa, komunikasi, emosi dan berbagai kemampuan lain.
  • Depresi. Para ahli membuktikan jika depresi bisa saja merupakan gejala awal demensia yang membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk berkembang menjadi demensia yang sesungguhnya. Depresi yang terus terjadi kemudian akan menyebabkan kerusakan otak yaitu ketika otak terus menerus mengeluarkan kortisol. Kortisol adalah hormon stress yang bisa berbahaya untuk otak. Selain itu depresi secara otomatis akan membuat volume otak menyusut yang kemudian menyebabkan demensia menjadi kondisi akhirnya.
  • Kecanduan Alkohol. Alkohol akan terserap ke dalam tubuh secara langsung lewat pembuluh darah. Efeknya adalah dapat menyebabkan kondisi organ terus memburuk. Jantung yang memompa darah ke semua bagian tubuh termasuk otak akan menyalurkan kadar alkohol khusus ke bagian otak. Ketika bagian otak yang berperan untuk menyimpan memori terkena dampak alkohol maka efeknya penurunan fungsi otak akan terjadi.
  • Gangguan Tiroid. Ini disebabkan karena orang yang menderita gangguan tiroid mungkin akan memiliki kadar gula yang terlalu rendah sehingga menghambat penyerapan nutrisi oleh tubuh. Orang yang mengalami gangguan tiroid juga mungkin akan memiliki kandungan natrium yang terlalu sedikit atau terlalu banyak. Tidak hanya itu saja sebab orang yang menderita gangguan tiroid juga tidak bisa menyerap vitamin B 12 dengan baik. Akibatnya sangat berpengaruh untuk sistem memori otak.
  • Kurang Nutrisi. Kondisis ini sangat berhubungan dengan kebiasaan kurang minum air, kebiasaan minum alkohol yang menyebabkan gangguan nafsu makan yang buruk, tubuh mengalami kekurangan nutrisi seperti vitamin B1, B6 dan B12. Kekurangan nutrisi ini paling sering terjadi pada orang yang melakukan diet ketat namun tidak sehat.
  • Infeksi yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh. Gejala ini awalnya memang sangat ringan seperti jenis demam biasa. Ketika tubuh Anda demam maka sebenarnya terjadi perlawanan infeksi yang sangat kuat dari tubuh itu sendiri. Kemudian dalam kondisi tertentu demam juga bisa menjadi pertanda ada infeksi yang muncul pada bagian otak.
  • Hematoma Subdural. Hematoma subdural merupakan sebuah kondisi khusus yang disebabkan karena terjadi pendarahan pada bagian otak. Karena pendarahan menyebabkan beberapa sel otak dan sistem otak mengalami kerusakan maka dalam jangka waktu tertentu bisa berkembang menjadi demensia. Jadi penyakit demensia ini akan terjadi karena kondisi lanjutan akibat kerusakan pada otak.
  • Keracunan Logam Berat. Hal ini terjadi ketika beberapa logam berat seperti timbal atau jenis pestisida untuk tanaman masuk ke dalam tubuh secara langsung. Racun yang sudah masuk ke dalam tubuh bisa terbawa ke dalam otak oleh darah, akibatnya bisa menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian otak. Kemudian dalam waktu yang lebih lama maka penderita bisa mengalami kejang otak, kerusakan otak dan gangguan sistem memori. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang bekerja dengan lingkungan logam berat atau kebocoran limbah pada sebuah industri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY