Penyebab Penyakit Histeria pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Histeria adalah gangguan mental yang timbul dari kecemasan intens. Hal ini ditandai dengan kurangnya kontrol atas tindakan dan emosi, dan dengan tiba-tiba kejang ketidaksadaran dengan ledakan emosional. Penyakit ini muncul pada kedua jenis kelamin, tetapi jauh lebih sering terjadi pada wanita muda antara 14 dan 25 tahun.

Histeria terbagi menjadi 2 golongan, yaitu: Histeria minor atau reaksi konversi, pada histeria minor kecemasan diubah atau dikonversikan, menjadi gangguan fungsional susunan saraf somatomotorik atau somatosensorik, dengan gejala : lumpuh, kejang-kejang, mati raba, buta, tuli, danseterusnya. Jenis yang kedua adlah Histeria mayor atau reaksi disosiasi, histeria jenis ini dapat terjadi bila kecemasan yang yang alami penderita demikian hebat, sehingga dapat memisahkan beberapa fungsi kepribadian satu dengan lainnya sehingga bagian yang terpisah tersebut berfungsi secara otonom, sehingga timbul gejala-gejala : amnesia, somnambulisme (sleep walking ), fugue (mengelana secara tidak sadar), dan berkepribadian ganda.

Histeria merupakan neurosis yang ditandai dengan reaksi-reaksi emosional yang tidak terkendali sebagai cara untuk mempertahankan diri dari kepekaannya terhadap rangsang-rangsang emosional. Pada neurosis jenis ini fungsi mental dan jasmaniah dapat hilang tanpa dikehendaki oleh penderita. Gejala-gejala sering timbul dan hilang secara tiba-tiba, terutama bila penderita menghadapi situasi yang menimbulkan reaksi emosional yang hebat.

Gejala Histeria yang mungkin muncul pada penderita adalah berat pada anggota badan, kejang, kram parah, perasaan yang kuat mendaki konstriksi perut, kesulitan bernafas, penyempitan di dada, palpitasi, perasaan benda asing tersangkut di tenggorokan, pembengkakan pada leher dan dari vena jugularis, sesak napas, sakit kepala, mengepalkan gigi, dan umum dan sukarela otot menegang lokomosi. Selain itu gejala pada kasus yang parah, gejala tambahan yang terlihat seperti orang tersebut liar, merasa sakit, dan menangis, kehilangan kesadaran, leher mengalami bengkak leher, riuh detak jantung, kontraksi otot tak sadar locomotor, kejang-kejang, dan melakukan gerakan kekerasan. Histeris trans dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Seorang pasien di trans mungkin tampak tertidur lelap, tapi otot biasanya menegang

Seperti penyakit yang lainnya penyakit Histeris juga memilii beberapa peneybab yang melatarbelakanginya. Penyebab paling umum terjadi pada penderita Histeria antara lain adalah:

  • Pengalaman traumatis. Ini adalah pengalaman menyakitkan yang kemudian direpresi atau ditekan ke dalam alam tidak sadar.
  • Represi seksual
  • Genetika. Keturunan memainkan peran yang penting dalam sebab-akibat. Latar belakang keluarga gugup dan salah pelatihan emosional ketika muda adalah predisposisi penyebab.
  • Situasi emosional. Ini dapat berupa gangguan pada mental, mengalami ketegangan, stres, takut, khawatir, depresi, traumatism, masturbasi, dan penyakit berkepanjangan.

Ada beberapa teknik terapi yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan hysteria seperti Teknik hipnosis (pernah diterapkan oleh dr. Joseph Breuer), Teknik asosiasi bebas (dikembangkan oleh Sigmund Freud), Psikoterapi suportif, dan Farmakoterapi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY