Penyebab Penyakit Tuberkulosis atau TBC pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit tuberkulosis atau TBC diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Komplikasi yang terjadi akibat penyakit tuberkulosis adalah infeksi dan juga kerusakan dibagian dalam tubuh lain misalnya adalah tulang, otak, dan ginjal. Kerusakan paru secara progresif, efusi pleura, pneumotraks, batuk darah, obstruksi usus, kematian.

Kaum pria harus lebih waspada terhadap penyakit paru-paru, khususnya tuberkulosis atau TB paru. Berdasarkan data statistik dan hasil penelitian, mereka yang berjenis kelamin pria ternyata rentan terhadap penyakit ini. Hal itu dibuktikan dengan persentase penderita TB yang didominasi oleh laki-laki.

Dari data Departemen Kesehatan, tahun 2005 pria yang menderita TB paru berjumlah 93.114 orang—hampir 60 persen penderita TB paru di seluruh Indonesia. Laki-laki penderita TB di kelompok usia produktif hampir 21.000 orang, sementara penderita perempuan 16.000 orang. Hampir di seluruh kelompok usia yang terdata, laki-laki mendominasi jumlah penderita TB, kecuali di kelompok usia termuda yaitu 0-14 tahun, perempuan lebih banyak terjangkit.

Rentannya kaum pria terhadap penyebaran bakteri tuberkulosis ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara di Asia Tenggara lain juga memiliki kasus yang sama, yaitu TB paru lebih banyak dialami kaum pria. Thailand, misalnya, menurut data WHO tahun 2006 memiliki 29.081 kasus baru TB positif, 70 persennya diderita oleh laki-laki. Demikian pula Myanmar, 66 persen penderita TB di negara ini adalah kaum pria. Persamaan lain antara Indonesia, Thailand, dan Myanmar adalah penderita TB perempuan mendominasi pada kelompok usia 0-14 tahun.

Penyebab TBC pada pria dapat disebabkan karena beberapa hal berikut ini.

  • Sistem kekbalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap HIV/AIDS, diabetes atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Mengalami malnutrsis atau kekurangan gizi.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi rokok sehingga paru-paru menjadi kotor.
  • Sering berinteraksi dengan pengidap TBC.

Perlu penanganan yang serius untuk penderita TBC karena pengobatan infeksi TBC adalah jenis pengobatan penyakit jangka panjang, biasanya lama pengobatan 3 sampai 9 bulan dan penderita harus meminum paling sedikit 3 macam obat. Selama pengobatan, penderita harus tekun dan disiplin meminum obat dan secara rutin melakukan kontrol ke dokter untuk memastikan progres pengobatan hingga pasien dianggap benar-benar sembuh total.

Setelah penderita TBC meminum obat 2 sampai dengan 3 bulan biasanya gejala-gejala TBC akan hilang dan hal ini yang menjadi faktor penyebab malasnya penderita meminum obat dan melakukan kontrol ke dokter secara rutin. Untuk itulah pentingnya mengetahui akan Pengobatan Penyakit TBC yang benar dan tepat sehingga kambuhnya penyakit ini bisa diminimalisasi dengan baik juga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan perawatan penyakit TBC yaitu :

  • Minum obat dengan teratur dan benar sesuai dengan anjuran dokter selama 6 bulan berturut-turut tanpa terputus. Jenis, jumlah, dan dosis obat yang cukup serta teratur dalam menjalankan proses pengobatan. Bila minum obat tidak teratur maka dapat berakibat kuman TBC tidak mati, tumbuh resistensi obat, kuman menjadi kebal sehingga penyakit TBC akan semakin sulit untuk disembuhkan.
  • Makan makanan yang baik dengan gizi yang seimbang disertai pola makan yang sehat dan juga pola hidup sehat .
  • Berhenti merokok, hindari minum minuman beralkohol dan obat bius narkoba .
  • Seluruh anggota keluarga berperan aktif dalam mengawasi penderita untuk meminum obat TBC yang dikonsumsinya secara teratur dan benar.
  • Dianjurkan meminum obat dalam keadaan perut kosong (pagi)

Istirahat tidur yang baik dan yang cukup.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY