Penyebab Perut Buncit pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Perut buncit adalah masalah yang umum bagi banyak wanita, terkadang membuat frustasi. Faktor penyebabnya ialah kelebihan lemak perut. Bukan hanya mengganggu penampilan, buncit akibat banyaknya timbunan lemak di perut meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker. Tanpa disadari, ada beberapa faktor tak terduga yang membuat seseorang memiliki lemak perut berlebih.

Berikut adalah beberapa hal yang membuat perut wanita menjadi buncit:

  • Terlalu banyak makan karbohidrat sederhana. Karbohidrat dibedakan menjadi karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Makan karbohidrat kompleks seperti buah, kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian berkontribusi positif untuk kesehatan dan membantu mengendalikan berat badan. Sedangkan makan karbohidrat sederhana seperi biskuit, kue, donat, dan roti putih menimbulkan efek Makan terlalu banyak karbohidrat sederhana mengakibatkan naiknya tingkat insulin. Akibatnya, metabolisme melambat dan kelebihan gula yang tidak digunakan oleh tubuh akan disimpan sebagai lemak perut.
  • Terlalu banyak stres. Stres membuat tubuh beralih ke mode bertahan hidup. Salah satu cara tubuh memastikan kelangsungan hidupnya adalah dengan menyimpan lebih banyak lemak sehingga tubuh tidak kelaparan jika tidak ada makanan yang dimakan. Selain itu, stres merangsang pelepasan hormon kortisol dalam jumlah yang berlebihan. Hormon menggerakkan simpanan lemak tubuh ke daerah perut dan menciptakan lemak perut. Beberapa wanita memiliki kecenderungan lebih terhadap efek hormon kortisol. Penelitian tahun 2000 dari Yale University menemukan bahwa wanita yang memiliki lemak perut ekstra cenderung hidup dengan tingkat stres yang lebih tinggi.
  • Gaya hidup menetap. Gaya hidup menetap (sedentary lifestyle) dapat didefinisikan di mana seseorang gagal untuk berolahraga secara teratur, atau tidak bisa berolahraga sama sekali. Seringkali, waktu lebih banyak dihabiskan untuk menonton televisi atau bermain komputer. Porsi berlebihan dari aktivitas tersebut membuat seseorang menjadi kurang menggerakkan tubuhnya. Bukan hanya sekadar membuat perut menjadi buncit, pola hidup menetap atau kurang gerak meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mati muda karena ia menjadi lebih berisiko terkena berbagai penyakit kronis. Secara umum, lebih banyak gerak dan berolahraga secara teratur akan membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih sehat.
  • Sering minum alkohol. Pernah mendengar istilah beer belly? Perut bisa buncit karena keseringan minum bir. Minuman beralkohol seperti bir meningkatkan risiko lemak perut karena hati mengutamakan pembakaran alkohol sebelum metabolisme lemak. Ini memungkinkan lebih banyak lemak yang akan tersimpan dalam tubuh ketika tubuh melakukan proses pemisahan lemak. Selain itu, bir dan minuman beralkohol lainnya cenderung meningkatkan nafsu makan. Bir memiliki kalori kosong dan tidak mengandung serat, vitamin atau mineral yang dibutuhkan untuk merasa kenyang, sehingga kalori ekstra tanpa disadari dikonsumsi melalui makanan ringan yang sering dipasangkan dengan bir, seperti keripik, pizza, dan makanan lainnya.
  • Perubahan hormon. Perubahan hormon yang berhubungan dengan menopause merupakan penyebab lain mengapa perut wanita menjadi buncit. Menurut ahli dari Yale University, menopause menyebabkan penurunan produksi hormon seks seperti estrogen, yang mengarah ke peningkatan lemak perut. Selain itu, menopause menyebabkan pergeseran lokasi di mana tubuh menyimpan lemak. Ada kecenderungan lemak yang disimpan di lengan, kaki dan pinggul beralih ke daerah perut.
  • Faktor genetik. Genetika memainkan peran dalam penentuan kemana lemak akan didistribusikan. Ini mungkin berkaitan dengan dua bentuk tubuh yang berbeda, yaitu bentuk apel (apple-shape) dan bentuk pir (pear shape). Tubuh yang berbentuk apel memiliki kecenderungan menyimpan lemak di sekitar bagian tengah tubuh, yaitu perut. Pada tubuh yang berbentuk pir, lemak umumnya terakumulasi di daerah yang lebih rendah seperti bokong.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY