Penyebab Perut Mulas Selama Kehamilan

0
372

SehatFresh.com – Kemungkinan besar, banyak wanita mengalami mulas atau “heartburn” selama masa kehamilan. Meskipun disebut heartburn, namun rasa terbakar yang dirasakan di dada ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan jantung. Ketidaknyamanan, frustasi, dan nyeri membuat wanita merasa terganggu, terutama pada masa kehamilan.

Pertanyaan yang pertama kali terlintas di pikiran Anda mungkin adalah, “Bagaimana cara menanganinya?”, pertanyaan kedua, “Apakah perawatan dan obat-obatan nantinya aman untuk bayi saya?. Dan yang terakhir, “Apakah rasa terbakar yang saya rasakan serius?”. Nah, para ibu jangan khawatir! Berikut ulasannya.

 Apa penyebab mulas selama kehamilan?

Saat proses pencernaan berlangsung, makanan bergerak ke bawah munuju esofagus (saluran di antara mulut dan perut), melalui katup otot yang disebut lower esophageal sphincter (LES), dan kemudian menuju perut. LES merupakan bagian dari saluran antara kerongkongan dan perut.  Saluran ini terbuka ketika makanan bergerak menuju perut dan kemudian tertutup kembali untuk mencegah berbaliknya asam lambung.

Ketika heartburn atau refluks asam lambung terjadi, LES sedang dalam keadaan rileks sehingga memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini dapat menimbulkan rasa sakit dan terbakar di dada. Selama kehamilan, perubahan hormon dapat memungkinkan otot-otot di kerongkongan, termasuk LES, lebih sering dalam keadaan rileks.  Akibatnya, refluks asam lambung akan lebih mungkin terjadi, terutama ketika berbaring atau setelah makan banyak makanan sekaligus.

Selain itu, ketika janin berkembang selama trimester kedua dan ketiga, rahim mengembang untuk mengakomodasi pertumbuhan janin, sehingga tekanan pada perut pun bertambah. Hal ini juga bisa menjadi penyebab berbaliknya makanan dan asam lambung menuju kerongkongan.

Apakah mulas salah satu pertanda kehamilan?

Jika Anda mengalami mulas atau refluks asam lambung, apakah berarti Anda hamil? Bisa jadi. Refluks asam lambung sangat umum terjadi pada wanita, tidak hanya pada masa kehamilan. Jadi, jika seseorang mengalami refluks asam lambung atau mulas bukan selalu berarti bahwa ia sedang hamil. Namun, jika hal ini diikuti gejala lainnya seperti terlambat haid dan dan mual, ini bisa menjadi pertanda bahwa Anda sedang hamil.

Apakah kehamilan penyebab mulas?

Kehamilan meningkatkan risiko terjadinya refluks asam lambung. Selama trimester pertama, otot-otot di kerongkongan mendorong makanan lebih lambat menuju perut sehingga perut lebih lama kosong. Ini memberikan waktu lebih lama bagi tubuh menyerap nutrisi untuk janin, tetapi juga bisa menyebabkan mulas.

Selama timester ketiga, pertumbuhan bayi dapat mendorong perut bergeser dari posisi normal, yang bisa menyebabkan mulas. Namun, kondisi tubuh setiap wanita berbeda dan tidak semua wanita hamil mengalami mulas. Hal ini tergantung pada banyak faktor, termasuk faktor fisiologi, diet, kebiasaan sehari-hari dan kehamilan.

Bagaimana cara mengatasi mulas?

Untuk mengatasi mulas selama kehamilan, mungkin para ibu harus mencoba berbagai pilihan pengobatan hingga akirnya menemukan yang paling tepat. Namun, gaya hidup yang dapat mencegah terjadinya mulas dipercayai sebagai pilihan yang paling tepat bagi wanita hamil. Berikut kebiasaan hidup yang dapat Anda coba.

  • Perkecil porsi makan Anda, dan hindari minum sambil makan. Minum air di antara jam makan Anda sebagai gantinya.
  • Makan secara perlahan, dan pastikan Anda mengunyah makanan secara menyeluruh
  • Hindari kebiasaan makan beberapa jam sebelum tidur
  • Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu mulas, terutama coklat, makanan berlemak, makanan pedas, makanan asam seperti buah jeruk dan makanan berbahan tomat, minuman berkarbonasi, dan kafein.
  • Jaga tubuh tetap tegak selama setidaknya satu jam setelah makan. Berjalan santai juga dapat mendorong percernaan.
  • Pakailah pakaian yang nyaman, hindari pakaian ketat.
  • Jaga berat badan sehat
  • Gunakan bantal atau wedges untuk menyangga tubuh bagian atas saat tidur.
  • Tidur menyamping ke kiri tidur menyamping ke kanan bisa menempatkan perut pada posisi yang lebih tinggi dari esofagus, yang bisa memicu mulas.
  • Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan. Peningkatan air liur dapat menetralkan asam yang berbalik ke kerongkongan.
  • Minum yogurt atau segelas susu untuk meredakan gejala mulas.
  • Tambahkan madu ke dalam teh chamomile atau segelas susu hangat.

Pengobatan alternatif yang dapat Anda coba yaitu terapi akupunktur dan teknik relaksasi, seperti relaksasi otot progresif atau citra terpadu. Namun, jangan lupa diskusikan dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk mengambil pengobatan alternatif.

Obat apa yang aman diambil selama kehamilan?

Antasid non-preskripsi atau OTC, seperti Tums, Rolaids, dan Maalox dapat membantu meredakan gejala refluks asam lambung. Obat-obatan yang diracik dari kalsium karbonat atau magnesium adalah pilihan yang terbaik. Namun, untuk trimester terakhir, Anda disarankan untuk menghindari obat-obatan yang mengandung magnesium karena dapat mengganggu kontraksi selama persalinan.

Kebanyakan dokter menyarankan untuk menghindari antasida yang mengandung sodium dalam kadar tinggi karena dapat menyebabkan kelebihan penumpukan cairan pada jaringan, menurut American Pregnancy Association. Selain itu, juga direkomendasikan untuk menghindari obat-obatan yang mengadung aluminium (seperti aluminium hidroksida atau aluminium karbonat), karena dapat menyebabkan sembelit. Dan tentunya, jauhi obat-obatan seperti Alka-Seltzer yang mengandung aspirin. Diskusikan mengenai obat yang paling tepat untuk Anda dengan dokter.

Jika Anda mengkonsumsi antasida, mulas kemungkinan akan berkembang menjadi gastroesophageal reflux disease acid (GERD), dalam hal ini Anda memerlukan perawatan lebih lanjut.

 Sumber gambar : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY