Penyebab Pria Juga Bisa Alami Anoreksia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selama ini, anaroksia identik dengan wanita. Saat dia merasa terlalu gemuk, dia dianggap tidak sesuai untuk hegemoni standar kecantikan. Nah, ternyata pria juga bisa mengalami anoreksia lho.

Di sebuah negara dan budaya yang maju, banyak orang yang mendefinisikan anoreksia dan bulimia sebagai masalah wanita. Hal ini mungkin terjadi lantaran banyak wanita yang melakukan hal ini demi menjaga tubuhnya tetap langsing.

Mengutip Huffington Post, adanya anggapan ini tidaklah adil. Masalahnya, bukan cuma wanita yang menderita gangguan makan tersebut. Pria-pria juga banyak yang mengalaminya, hanya saja kurang tersorot. Memang benar bahwa lebih banyak wanita yang mengalami gangguan makan. Tapi, ini tak berarti tak ada satu pun yang mengalami masalah ini.

Di Amerika Serikat (AS), misalnya, Deborah R. Glasofer, Asisten Profesor Psikologi Klinis dari Columbia University mengungkapkan bahwa ada seperempat kasus pria yang mengalami bulimia nervosa dan anoreksia. Penelitian sebelumnya yang lebih sederhana menghasilkan data yang lebih mencengangkan. Sekitar sepersepuluh pria di AS ternyata menderita bulimia dan anoreksia nervosa.

Anoreksia nervosa adalah penyakit yang sangat berbahaya. Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan berat badan yang sehat. Dia juga mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap berat badan berlebihan.

Diungkapkan Nadia Micali, dosen senior di Behavioural and Brain Sciences Unit, University College London, sejak tahun 2000 diperkirakan terdapat 27% pria yang didiagnosis memiliki gangguan makan berupa anoreksia. Hal ini, kemungkinan besar disebabkan karena lelaki mulai peduli terhadap penampilan dirinya.

Lantas, apa sajakah penyebab pria yang mengalami anoreksia?

  • Biologis

Pada pasien yang mengalami anoreksia nervosa, ada gangguan pada hormon norepinefrin dan MPHG, yaitu produk akhir dari norepinefrin pada urine dan cairan serebrospinal. Adanya gangguan pada serotonin, dopamin, dan norepinefrin juga menyebabkan masalah pola makan. Semua kelainan hormon dan zat kimia penyebab anoreksia ini diatur dalam otak. Dengan kata lain, pasien anoreksia memang memiliki masalah yang serius pada stuktur biokimia di otak.

  • Psikologis

Anoreksia nervosa juga bisa dipicu oleh faktor psikologis, misalnya trauma pernah diolok-olok atau di-bully karena punya tubuh yang ‘melar’ bisa mengembangkan masalah makan hingga berujung anoreksia.

  • Cemas

Banyak pria yang mengalami anoreksia terobsesi dengan kalori makanan, olahraga, dan penampilan. Penampilan dan bentuk tubuh diri mereka adalah cara utama mereka untuk mengevaluasi dirinya. Obsesi ini merupakan salah satu turunan dari rasa cemas berlebihan. Turunan cemas lainnya, contohnya, adalah tekanan masyarakat modern terhadap bentuk tubuh pria yang ramping, namun berotot. Obsesi ini terus-terusan ditanamkan, misalnya lewat media massa.

  • Hubungan sosial

Umumnya, pasien yang mengalami anoreksia nervosa punya masalah dalam hubungan dengan orangtua, orang-orang terdekat, dan bisa semakin dipicu oleh kurangnya rasa empati dalam keluarga. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here