Penyebab Radang Sendi Pada Wanita

SehatFresh.comArthritis adalah peradangan pada salah satu sendi atau beberapa sendi. Terdapat dua jenis utama arthritis yaitu osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (OA). Osteoarthritis menyebabkan tulang rawan sendi menjadi keras, padahal seharusnya permukaan tulang rawan itu selalu licin agar sendi dapat bergerak leluasa, sering mengenai sendi-sendi besar seperti lutut, pinggul, dan leher, biasanya hanya satu sisi.

Faktor risiko terkena radang sendi biasanya meningkat seiring perkembangan usia. Selain usia, penyakit obesitas, jenis kelamin, dan riwayat kesehatan keluarga dapat turut berpengaruh. Terlebih lagi jika Anda pernah mengalami cedera di suatu sendi, bukan tidak mungkin rasa sakit di sekitar sendi tersebut akan kambuh.

  • Osteoarthritis (OA) terjadi ketika ada kerusakan di dalam dan sekitar sendi, di mana kerusakan itu tidak dapat sepenuhnya diperbaiki oleh tubuh. Menurut penelitian di Amerika Serikat, osteoarthritis lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Ini berhubungan dengan menopause. Pada periode ini, hormon estrogen tidak berfungsi lagi. Sementara salah satu fungsi hormon ini yaitu untuk mempertahankan massa tulang. Bentuk tubuh perempuan juga menjadi penyebab mengapa perempuan lebih berisiko mengalami osteoarthritis. Tubuh wanita lebih lebar di bagian pinggul, sementara laki-laki cenderung lurus. Biasanya lemak bertambah di pinggul dan perut ketika perempuan beranjak tua. Ini jelas akan memberikan beban yang lebih besar untuk lutut.
  • Rheumatoid Arthritis (RA). Pada rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan kapsul sendi, membran tangguh yang membungkus semua bagian sendi. Lapisan ini dikenal sebagai membran sinovial, menjadi meradang dan bengkak. Proses penyakit akhirnya dapat merusak tulang rawan dan tulang di dalam sendi. Memang belum jelas penyebab sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan radang sendi, meskipun sudah diketahui beberap faktor risiko seperti jenis kelamin wanita, riwayat keluarga dengan rheumatoid arthritis, dan merokok.

Pengobatan radang sendi atau arthritis yang direkomendasikan oleh dokter bergantung kepada jenis dan tingkat keparahan dari radang sendi itu sendiri. Selain untuk meringankan gejala, pengobatan radang sendi juga bertujuan untuk meningkatkan fungsi sendi.

Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen), analgesik (misalnya acetaminophen), serta krim atau salep yang mengandung capsaicin dan menthol sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang diresepkan oleh dokter.

Sumber gambar :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY