Penyebab Radang Usus Buntu pada Anak yang Sebenarnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Radang usus buntu adalah alasan paling umum dilakukannya operasi perut pada anak-anak. Penyakit yang secara medis disebut apendisitis ini didefinisikan sebagai kondisi di mana usus buntu (organ kecil berbentuk jari yang menempel pada usus besar) mengalami pembengkakan dan peradangan. Jika anak mengalami sakit perut yang semakin “menjadi-jadi” ketika bergerak, mengambil napas dalam, batuk, atau bersin, kemungkinan anak Anda menderita radang usus buntu. Penyebab usus buntu memang belum diketahui secara pasti. Tapi, secara medis penyebabnya bukan karena biji jambu atau cabai. Itu hanyalah mitos belaka.

Menelan biji jambu ataupun cabai tidak tidak akan menyebabkan radang usus buntu. Biji jambu yang berukuran kecil akan hancur oleh asam lambung dan enzim pencernaan ketika masuk ke saluran pencernaan, sehingga tidak berpotensi menyebabkan peradangan pada usus buntu. Sejauh ini, para pakar kesehatan meyakini penyebab utamanya adalah obstruksi (sumbatan) pada lapisan usus buntu.

Obstruksi pada usus buntu seringkali disebabkan oleh kotoran (feses) yang terjebak di usus buntu. Anak Anda mungkin telah diberi asupan serat yang cukup setiap hari. Tapi, pergerakan usus tidak akan berjalan dengan baik bila tidak diimbangi asupan cairan yang cukup. Ketidakseimbangan asupan serat dan cairan dapat menyebabkan kotoran menumpuk dan tak terdorong keluar sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Kotoran yang menumpuk tersebut dapat terjebak di usus buntu dan seiring waktu akan mengeras dan menyumbat usus buntu.

Adanya obstruksi pada usus buntu juga bisa disebabkan oleh organisme asing, trauma, cacing, dan pertumbuhan tumor. Berbagai bentuk infeksi pada tubuh juga dapat memicu pembengakakan usus buntu dan membuatnya meradang, terutama jika Anda mengalami infeksi kelenjar getah bening dalam dinding usus yang terkadang berkembang setelah infeksi saluran pernapasan atas.

Ketika usus buntu tersumbat, bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, peradangan, dan pembentukan nanah. Pembengkakan dapat menimbulkan tekanan dalam usus buntu dan membatasi aliran darah yang mengalir melalui dinding usus buntu. Kekurangan darah ini dapat menyebabkan kematian jaringan dan pada gilirannya usus buntu akan pecah menumpahkan seluruh isi (bakteri) di dalamnya ke bagian perut lain.

Pecahnya usus buntu dapat menginfeksi peritoneum (membran yang melapisi rongga perut). Kondisi yang disebut peritonitis ini dapat menyebabkan infeksi aliran darah yang mengancam jiwa, yang disebut sepsis. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here