Penyebab Rasa Kantuk Berlebihan pada Pria saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu godaan saat berpuasa adalah rasa kantuk berlebihan terlebih di jam-jam siang godaan. Tidur saat berpuasa memang dikatakan sebagai ibadah. Akan tetapi, bila Anda harus bekerja, rasa ngantuk berlebihan ini bisa menurunkan semangat dan produktivitas. Rasa kantuk ini ternyata bukan hanya disebabkan oleh kurang tidur, tetapi juga metabolisme tubuh yang berubah saat puasa.

Karena harus bangun dini hari untuk santap sahur, jam tidur orang yang berpuasa memang berkurang. Namun, hal ini sebenarnya bisa disiasati dengan tidur lebih awal sehingga kecukupan tidur 6-7 jam tetap tercukupi. Tubuh juga akan secara otomatis beradaptasi di satu minggu pertama. Maka dari itu, rasa kantuk berlebihan juga perlahan semakin berkurang.

Rasa kantuk saat berpuasa sebenarnya disebabkan oleh penurunan kadar glukosa dalam darah yang mengakibatkan otak sulit berkonsentrasi. Otak memerlukan sekitar 60% asupan glukosa agar tetap berfungsi dengan baik. Tidak makan dan minum di siang hari saat puasa membuat asupan glukosa menurun. Penurunan kadar glukosa mengakibatkan penurunan glikogen (simpanan glukosa pada hati) yang memberikan cadangan energi bagi tubuh agar bisa tetap beraktivitas. Jika cadangan energi tidak memadai untuk memberikan energi tambahan, maka tubuh akan terasa lemas dan terjadi penurunan kadar gula darah yang signifikan sehingga pada akhirnya mengantuk.

Maka dari itu, kebanyakan orang yang berpuasa akan mulai mengantuk di siang hari dikarenakan cadangan energi di dalam tubuh orang berpuasa sudah mulai mengalami penurunan. Terlebih lagi, rasa kantuk akan semakin intens bila menu sahur Anda didominasi oleh karbohidrat sederhana tanpa diimbangi dengan asupan protein dan lemak sehat. Karbohidrat sederhana menyediakan pelepasan energi yang cepat sehingga gula darah dapat turun lebih cepat. Akibatnya, tubuh pun akan terasa mengantuk dan lemas seharian.

Selain itu, bila pola makan saat puasa cenderung rendah zat besi, Anda juga mungkin merasakan rasa kantuk berlebihan di siang hari. Zat besi memegang peranan penting dalam membantu tubuh menyerap oksigen lebih banyak ke otak. Kelancaran aliran oksigen ke otak juga membuat sirkulasi darah ke otak menjadi lancar sehingga mata tidak terasa berat karena mengantuk selama berpuasa. Ini juga menjadi alasan mengapa anemia cenderung membuat penderitanya mudah mengantuk.

Pada prinsipnya, berpuasa selama hampir 14 jam tidak akan mengganggu kompisisi tubuh secara keseluruhan. Dengan catatan, pola makan dan cairan saat sahur, berbuka dan sebelum tidur malam diperhatikan dengan baik. Cara menjaganya adalah dengan mengonsumsi air setidaknya delapan gelas di waktu berbuka puasa hingga sahur serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur dengan tetap berpedoman pada pola makan gizi seimbang.

Idealnya, asupan karbohidrat kompleks juga perlu diimbangi dengan protein dan lemak sehat. Selain memperlambat pencernaan karbohidrat, protein dapat merangsang sel-sel otak tertentu yang bisa membuat seseorang terjaga. Protein merangsang sel orexin di hipotalamus otak untuk melepaskan stimulan yang disebut orexin atau hypocretin, yang bertugas mengatur keseimbangan energi dan membuat seseorang tetap terjaga. Dengan kata lain, protein tampaknya dapat melawan rasa kantuk setelah makan gula atau karbohidrat. Sedangkan, asupan lemak sehat di waktu sahur berperan dalam pengosongan lambung lebih lama. Dengan demikian, komposisi karbohidrat kompleks, protein dan lemak sehat menyediakan pelepasan energi yang lebih konstan dan berkelanjutan sehingga kadar gula darah tetap terjaga. Anda pun lebih tahan lapar dan dapat terhindar dari rasa kantuk berlebihan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY