Penyebab Remaja Memiliki Kepribadian Introvert dan Bagaimana Mengatasinya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada tiga kategori mengenai kepribadian manusia yaitu ambivert, introvert dan ekstrovert. Masing- masing dari kategori tersebut memiliki ciri yang berbeda satu sama lain. Kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai seorang remaja yang introvert. Kepribadian introvert adalah kepribadian yang cenderung lebih fokus kepada dirinya sendiri daripada memperhatikan orang lain. Seseorang yang memiliki kepribadian introvert cenderung memiliki orientasi subyektif secara mental.

Seorang introvert lebih menyukai situasi yang tenang dan jauh dari keramaian. Mereka senang menyendiri dan sebisa mungkin berusaha menghindari interaksi dengan hal baru. Mereka suka melakukan segala aktifitasnya seorang diri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain.

Ada dua penyebab utama dari seorang remaja yang memiliki kepribadian introvert adalah yaitu memang faktor genetik dari remaja tersebut atau karena lingkungan sekitar. Jika dari faktor genetik, berarti memang sejak lahir remaja tersebut telah terbentuk karakternya menjadi seorang introvert. Namun, jika kepribadian introvert itu muncul setelah mereka beranjak remaja atau bisa dibilang dalam waktu yang singkat bisa jadi mereka mengalami hal yang tidak menyenangkan dari lingkungan sekitarnya semisal bullying atau pelecehan.

Introvert bukan sesuatu yang buruk apabila hal tersebut terjadi karena faktor genetik. Hanya saja orang- orang terdekat di sekitar remaja tersebut harus memiliki peran untuk mendukung mental remaja tersebut. Dengan kasih sayang, pujian dan kata- kata yang lemah lembut akan membuat mereka merasa dihargai sekaligus untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Jangan pernah membandingkan kepribadian dari seorang remaja yang introvert dengan karakter dari remaja lain karena itu hanya akan membuat mereka merasa ada yang salah dengan diri mereka dan semakin tidak percaya diri.

Jikalau penyebab dari seorang remaja berubah menjadi introvert karena lingkungan sekitar yang berlaku tidak baik terhadapnya, hal tersebut patut diwaspadai. Apabila mereka terus menerus menutup diri dan memendam hal yang tidak menyenangkan tersebut dalam hatinya, maka akan terjadi dampak yang tidak baik. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis pada remaja. Remaja yang dengan pengalaman bullying atau pelecehan tersebut bisa mengalami gangguan psikologis seperti stres dan depresi. Bila hal tersebut dibiarkan berlarut- larut, bukan tidak mungkin remaja akan melakukan hal yang fatal seperti bunuh diri.

Untuk mengatasi remaja yang menjadi korban bullying atau pelecehan tersebut, orang tua dan orang sekitar dapat melakukan beberapa upaya di antaranya adalah menjalin komunikasi yang baik. Dengan komunikasi yang hangat, diharapkan remaja bisa merasakan nyaman dan merasa disayangi. Bimbinglah remaja untuk tidak lari dari masalah namun menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik. Jika pelecehan dan bullying terus terjadi dan semakin parah bahkan mengarah pada kekerasan, Anda harus segera melaporkan kepada pihak berwajib, agar hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here