Penyebab Sakit Kepala saat Puasa

SehatFresh.com – Berpuasa pada dasarnya menyehatkan tubuh dan pikiran. Namun, tak jarang banyak orang yang mengeluhkan sakit kepala ketika berpuasa. Sakit kepala tentunya akan mengganggu kenyamanan puasa dan menghambat aktivitas. Anda juga pasti tak ingin puasa harus batal karena sakit kepala bukan? Maka dari itu, sudah saatnya mengindentifikasi pemicu timbulnya sakit kepala saat sedang menjalankan ibadah puasa.

Sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya:

  • Kurang tidur. Kecukupan tidur merupakan salah satu kunci pola hidup sehat. Saat Anda kurang tidur, maka tidak heran akan muncul berbagai keluhan kesehatan, salah satunya sakit kepala. Di bulan puasa, Anda memang harus bangun lebih awal untuk sahur. Namun, jatah tidur yang berkurang bisa disiasati dengan tidur lebih awal. Meskipun tidurnya orang yang berpuasa dikatakan ibadah, tidur yang berlebihan di siang hari tidak baik bagi kesehatan dan mengurangi nilai positif dari puasa itu sendiri. Oleh karenanya, jangan sampai tidur berlebihan saat puasa, sebaiknya tetap beraktivitas agar tubuh tidak lesu dan lemas berlebihan.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia). Tidak makan dan minum seharian memang akan membuat kadar gula darah turun, dan pusing atau sakit kepala termasuk gejalanya. Kurangnya gula akan berpengaruh pada fungsi otak sehingga dapat memicu sakit kepala dan membuat seseorang gampang marah. Namun, ini sebetulnya dapat diminmalisir dengan pemilihan makanan yang tepat, terutama saat sahur. Idealnya, menu sahur sehat terdiri dari komponen karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Komponen-komponen tersebut menyediakan pelepasan energi yang berkelanjutan sehingga tingkat gula darah tetap stabil. Roti gandum, yoghurt, sayuran, dan buah-buahan adalah contoh makanan yang melepaskan gula secara bertahap
  • Makanan olahan pabrik. Makanan dan minuman tertentu melepaskan neurotransmiter (zat kimia otak) yang dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang. Sebagai contoh, daging asap atau makanan kalengan mengandung bahan pengawet makanan sintetis yang disebut nitrat dan nitrit. Zat aditif tersebut dapat melebarkan pembuluh darah sehingga memicu sakit kepala. Meskipun tidak memicu sakit kepala pada setiap orang, mereka yang sering migrain cenderung lebih sensitif terhadap efeknya. Untuk itu, kebiasaan mengonsumsi makanan praktis seperti makanan kalengan sebaiknya dibatasi agar tidak menurunkan kualitas puasa Anda.
  • Dehidrasi. Sakit kepala saat puasa dapat mengindikasikan dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan air dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara normal. Beberapa ahli percaya bahwa sakit kepala terkait dehidrasi terjadi sebagai akibat dari penyempitan pembuluh darah karena tubuh berusaha untuk mempertahankan cairan tubuh. Teori lain mengatakan bahwa otak akan melepaskan senyawa yang disebut histamin ketika tubuh kekurangan cairan. Hal ini menyebabkan kontraksi otot polos dan dilatasi kapiler sehingga memicu kelelahan, kelesuan, dan sakit kepala. Dengan demikian, kecukupan cairan saat puasa perlu diperhatikan agar puasa tidak terganggu oleh keluhan kesehatan sakit kepala.
  • Ketergantungan kafein dan nikotin. Orang yang berpuasa otomatis tidak diperbolehkan untuk merokok atau menikmati kopi di siang hari. Pada orang yang sudah ketergantungan, tidak mendapatkan asupan kafein atau nikotin dapat membuat tubuh menjadi lesu dan sakit kepala. Kafein ataupun nikotin dapat menimbulkan efek fisiologis pada sistem pembuluh darah dan dapat membuatnya menyempit atau melemas pada waktu yang berbeda. Dengan demikian, ketergantungan yang diciptakan oleh kafein ataupun nikotin dapat menyebabkan reaksi fisiologis yang memicu sakit kepala.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY