Penyebab Serta Penanganan Diare pada Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Semua orangtua tentu saja akan merasa khawatir apabila bayi mungilnya mengidap suatu penyakit. Tidak terkecuali penyakit yang rentan diderita bayi, yakni diare. Lantas apa penyebab diare pada bayi serta bagaimana cara penanganannya?

DefinisI diare

WHO (World Health Organization) mendefinisikan diare merupakan suatu situasi seseorang buang air besar dengan konsistensi cair atau lembek dan frekuensinya lebih sering dari biasanya. Di lain pihak Ngastiyah (2005) mengatakan diare merupakan salah satu gejala dari penyakit sistem gastrointestinal atau penyakit lain di luar pencernaan. Menurut Noerasid, dkk (2003), diare merupakan defekasi encer lebih dari 3 kali sehari, dengan/tanpa darah atau lendir di dalam tinja.

Penanganan diare pada bayi dan penyebabnya

Tinja ketika bayi mengalami diare dapat muncul dalam bau, warna, serta tekstur yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut umumnya tergantung dari apa yang dimakan bayi (susu formula, ASI atau makanan lainnya). Satu atau dua kali bayi mengeluarkan tinja encer, orangtua tidak perlu khawatir. Hal tersebut umum terjadi ketika minggu atau bulan pertama kelahiran bayi.

Hanya saja jika mencret teramat sering, tentu saja hal ini bukan sesuatu yang biasa. Sudah bukan saatnya lagi bagi orangtua melakukan perawatan di rumah, namun sesegera mungkin membawa bayi ke dokter. Lantas apa saja yang menyebabkan diare pada bayi?

  1. Bayi mengalami alergi makanan.
  2. Bayi mengalami sensitif terhadap obat-obatan tertentu.
  3. Bayi minum jus buah terlalu banyak.
  4. Bayi keracunan.
  5. Bayi mengalami infeksi yang diakibatkan bakteri, virus, atau parasit.

Pencegahan agar bayi terhindar dari diare

Diare pada bayi dapat terjadi akibat makanan atau minuman telah terkontaminasi dengan parasit, bakteri, atau virus. Namun orangtua jangan hanya terpaku pada minuman atau makanan yang dikonsumsi bayi saja. Pasalnya sentuhan tangan bayi juga bisa menjadi faktor penyebab masuk bakteri ke mulut, sehingga menyebabkan diare.

Peralatan makan pun harus dijaga kebersihannya. Menjadi percuma apabila orangtua hanya menjaga kebersihan makanan dan tangan bayi, namun tak menjaga kebersihan peralatan makan. Pastikan peralatan makan bayi harus dibilas bersih dan jika perlu direndam dalam air panas, sehingga bakteri yang menempel bisa mati.

Hal yang perlu diperhatian adalah memberikan pemahaman pada orang yang mencuci peralatan makan di dalam keluarga, khususnya peralatan si bayi. Apabila merasa ragu, alangkah baiknya orangtua melakukan sendiri. Tidak ketinggalan bagi orangtua atau pengasuh bayi untuk sesering mungkin mencuci tangan. Hal ini penting guna mencegah tersebarnya bakteri atau parasit yang bisa menyebabkan bayi mengalami diare. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here