Penyebab Terjadinya Kembar Siam

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda pernah mendengar istilah kelahiran kembar siam?┬áKembar siam adalah kondisi dimana kelahiran bayi kembar kedua tubunya bersatu. Meskipun kembar siam sangat jarang, namun kasus ini sering menimbulkan pertanyaan bagimana bisa terjadi. Kasus kelahiran kembar siam memang tidak selalu berakhir dengan selamat, beberapa dari kasus yang terjadi kembar siam yang terlahir tidak bisa bertahan dengan kondisinya sehingga menyebabkan kematian.

Bagaimana kembar siam bisa terjadi?

Ada bebrapa faktor selain faktor genetik yang diperkirakan menyebabkan kelahiran kembar siam, antara lain adalah obat penyubur yang dikonsumsi dengan tujuan agar sel telur matang secara sempurna. Hal ini terjadi jika indung telur bisa memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur, maka sel telur yang matang saat bersamaan bisa menjadi banyak , bisa tiga atau empat bahkan bisa lima sampai enam. Selain itu juga penyebab lahirnya bayi kembar siam karena adanya proses pembelahan sel telur yang tidak sempurna.

Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Kembar yang berasal dari satu telur. Kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot.
  • Kembar yang berasal dari dua telur. Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan.

Agar Anda lebih memahami tentang proses terjadinya kembar siam, Anda perlu mengatahui tahapan atau proses terjadinya pembelahan pada kehamilan. Berikut penjelasannya:

  • Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu yaitu 0 – 72 jam, 4 – 8 hari, 9-12 dan 13 hari atau lebih.
  • Pembelahan pertama, pada tahap ini akan terjadi diamniotik yaitu rahim memiliki dua selaput ketuban, dan dikorionik yaitu rahim memiliki dua plasenta.
  • Pada pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya memiliki satu plasenta. Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak asupan makanan, sementara bayi satunya lagi tidak. Hal ini menyebabkan perkembangan bayi bisa terhambat.
  • Pada pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya satu, tapi bayi masih membelah dengan baik.
  • Pada pembelahan keempat, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya terlalu lama sehingga sel telur terlanjur Kesimpulannya adalah kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.

Dari keempat pembelahan tersebut, yang terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi bisa membelah dengan sempurna. Namun, keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Faktor yang memengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga menempel atau dempet. Hal ini biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.

Kita tidak bisa mengetahui atau mengatur tentang waktu terjadinya pembelahan saat kehamilan, karenanya menjaga kondisi tubuh dengan mengatur pola hidup yang sehat dan memberikan asupan gizi yang baik untuk janin dapat membantu untuk mengindari terjadina kembar siam. Konidisi lingkungan juga sangat mempengaruhi saat peroses kehamilan, disarankan bagi Anda untuk tetap menjaga lingkungan disekitar kehamilan tetap terjaga dengan baik dan sehat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY