Penyebab Terkena Serangan Jantung saat Berhubungan Intim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berhubungan intim adalah kegiatan yang normal dalam kehidupan manusia, tetapi para penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung. Kebutuhan energi saat berhubungan intim sama dengan, bahkan bisa lebih besar dari aktivitas fisik seperti olahraga.

Itu artinya, sama seperti sedang berolahraga, berhubungan intim pun dapat memicu serangan jantung, terutama pada pria dengan penyakit jantung atau riwayat penyakit jantung pada keluarga. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mereka yang melakukan hubungan intim dengan stimulasi yang berlebihan ternyata bisa membuat jantungnya memompa darah dengan jauh lebih cepat.

Hal ini berarti, tubuh akan membutuhkan energi untuk berhubungan intim ini lebih banyak dari melakukan olahraga. Tak hanya karena faktor stimulasi berlebihan yang memicu peningkatan denyut jantung, konsumsi minuman dengan kadar kafein yang tinggi ternyata juga bisa meningkatkan resiko terkena serangan jantung saat berhubungan intim.

Peneliti mengumpulkan data-data dari beberapa penelitian yang membandingkan risiko serangan jantung dan kematian mendadak dari partisipan yang sedang melakukan aktivitas fisik dan hubungan intim, dengan yang tidak melakukan kedua kegiatan itu. Hasilnya diketahui episode aktivitas fisik meningkatkan risiko serangan jantung 3,5 kali dan risiko kematian mendadak sampai 5 kali.

Sedangkan hubungan intim akan meningkatkan risiko serangan jantung 2,7 kali. Tapi tidak ada data mengenai kaitan hubungan seks dan kematian mendadak. Menurut penelitian lain, untuk pria berusia 50 tahun, risiko terkena serangan jantung saat berhubungan intim juga kecil, hanya dua dari sejuta. Kendati begitu jika dibandingkan dengan pria yang sehat, pria penderita penyakit jantung memiliki risiko 10 kali lebih tinggi untuk terkena serangan jantung saat sedang berhubungan intim.

Haruskah penderita penyakit jantung menghindari hubungan intim? Tahan gairah seks Anda jika mengalami nafas pendek-pendek atau rasa nyeri di bagian dada. Jika gejala-gejala itu muncul saat sedang berhubungan intim, maka berhentilah. Pria yang bisa berolahraga sampai detak jantung mencapai 130 permenit tanpa gejala gangguan jantung berarti cukup aman untuk berhubungan intim, bahkan tanpa minum obat. Jika Anda bisa menaiki tiga lantai dengan tangga bisa diasumsikan jantung Anda bisa menahan beban ketika berhubungan intim.

Bagi mereka yang pernah terkena serangan jantung, ada baiknya tidak melakukan hubungan intim selama 3 atau 4 minggu ke depan, tak hanya itu, mereka juga sebaiknya secara rutin melakukan kontrol pada dokter dan mengkonsumsi obat dengan teratur. Kebiasaan buruk layaknya merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari demi menghindari serangan jantung yang berbahaya ini saat berhubungan intim.

Penderita penyakit jantung juga harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi ereksi, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya. Pemakaian Viagra, disamping nitrat, misalnya nitrogliserin bisa meningkatkan terjadinya gangguan kardiovaskular yang serius dan menurunnya tekanan darah secara drastis karena  isosorbid  mengendurkan pembuluh darah, meningkatkan persediaan darah dan oksigen ke jantung. Hal inilah yang menyebabkan obat jantung ini berkontra-indikasi pada pemberian obat bersamaan dengan inhibitor phosphodiesterase (Viagra). (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here