Penyebab Testis Retrakil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kesehatan alat vital seperti testis sangalah penting bagi kaum pria. Jika terjadi suatu kondisi yang menganggu testis maka akan menyebabkan ketidak nyamanan dan gangguan kesehatan lain bagi penderitanya. Sering terjadi gangguan pada daerah ini salah satunya adalah testis retrikal.

Testis retraktil adalah testis yang dapat bergerak bolak-balik antara skrotum dan pangkal paha. Ketika testis retraktil berada di selangkangan, testis dapat dengan mudah digerakkan oleh tangan ke posisi yang tepat di skrotum, yaitu kantong kulit yang menggantung di belakang penis selama pemeriksaan fisik. Pada kebanyakan anak laki-laki masalah testis retraktil biasanya akan hilang sebelum atau selama pubertas yaitu ketika testis keluar atau pindah tempat ke lokasi yang benar di skrotum dan tinggal di sana secara permanen.  Selain itu, banyak anak laki – laki yang diperiksakan ke dokter dengan cryptorchidism atau undesensus testes.

Namun, sangat sulit membedakan antara testis retrikal dengan undesensus testes secara klinis. Ada beberapa pemeriksaan yang diperlukan dalam mendiagnosa retraktil testis, salah satunya adalah dengan pemeriksaan fisik , pemeriksaan fisik ini harus dilakukan dalam suasana tenang dan nyaman, laki – laki usia lebih dari 1 tahun yang mempunyai refleks kremaster sehingga pada saat pemeriksaan pasien mengalami kecemasan dan mudah geli atau dalam keadaan tidak nyaman maka akan sangat sulit memasukan testis ke dalam skrotum

Testis terbentuk di perut selama perkembangan janin. Selama bulan-bulan terakhir pertumbuhan, testis secara bertahap turun ke dalam skrotum. Jika anak anda memiliki testis retraktil, testis awalnya turun sebagaimana mestinya, tetapi kemudian tidak tinggal di tempat. Untuk mengetahui kondisi testis retrikal terdapat beberapa tanda dan gejala dari testis retraktil antara lain:

  • Testis dapat dipindahkan dengan tangan dari pangkal paha ke dalam skrotum dan tidak akan segera mundur ke pangkal paha.
  • Testis dapat muncul secara spontan dalam skrotum dan tetap ada untuk sementara waktu.
  • Testis dapat menghilang lagi secara spontan untuk sementara waktu.

Gerakan testis hampir selalu terjadi tanpa rasa sakit atau tidak nyaman. Oleh karena itu, testis retraktil dapat diketahui hanya ketika tidak terlihat atau terasa dalam skrotum.

Posisi satu testis biasanya lebih independen dari posisi yang lain. Misalnya, anak laki-laki mungkin memiliki satu testis normal dan satu testis retraktil

Testis retraktil berbeda dari testis yang tidak turun (kriptorkismus). Testis yang tidak turun adalah kondisi salah satu testis yang tidak pernah masuk skrotum. Jika tenaga medis mencoba untuk mengembalikan sebuah testis yang tidak turun, hal itu dapat menyebabkan timbuknya rasa tidak nyaman atau nyeri.

Setelah mengetahui beberapa gejala yang terjadi ketika mengalami testis retrakil, beberapa faktor penyebab terjadi kondisi ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Kabel spermatika yang pendek. Setiap testikel melekat pada ujung kabel spermatika, yang memanjang ke bawah dari pangkal paha dan ke dalam skrotum. Saluran pembuluh darah, saraf, dan saluran yang membawa sperma dari testis ke penis. Jika pertumbuhan korda spermatika tidak mengimbangi pertumbuhan tubuh lainnya, maka kabel spermatika yang ketat memungkinkan menarik testis ke atas.
  • Masalah pada jalur normal pennurunan testis. Testis berkembang di perut selama kehamilan, kemudian turun ke dalam skrotum. Kadang-kadang bagian dari struktur janin gagal untuk melepaskan diri dari perut, sehingga menarik testis ke atas.
  • Jaringan bekas luka dari operasi hernia. Jaringan parut setelah operasi untuk memperbaiki hernia dapat membatasi pertumbuhan atau elastisitas korda spermatika.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY