Penyebab Torsio Testis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu bagian yang penting pada alat reproduksi pria adalah testis, selain berfungsi untuk saluran kemih, testis juga memiliki fungsi untuk memproduksi dan menyimpan sperma. Selain itu testis juga ikut serta dalam sistem endoktrin untuk memproduksi hormon testosteron. Testis dapat menggantung karena adanya tali-tali kristal, selain sebagai penopang testis agar terus menggantung, tali-tali kristal ini ternyata mengandung pembuluh darah dan saraf ke testis juga ke saluran endoktrin lainnya seperti sperma.

Lalu bagaimana jika testis malah terbelit tali-tali kristal ini? Kondisi ini dinamakan torsio testis, ini adalah kondisi dimana testis terbelit tali-tali kristal, belitan tersebut memotong suplai darah ke dalam testis yang jika dibiarkan akan membuat testis terluka dan kemungkinan dapat terjadi necrosis.

Torsio testis adalah kondisi yang dapat dikatakan cukup jarang terjadi, perbandingannya yaitu 1:5000. Torsio testis biasanya terjadi pada pria muda berusia 12 hingga 20 tahun dan juga umum terjadi pada bayi-bayi yang baru lahir.

Penyebab terjadinya torsio testis belum diketahui secara pasti, torsio testis dapat terjadi tiba-tiba tanpa alasan atau karena cedera, beikut adalah beberapa hal yang diduga menjadi penyebab penyakit ini, yaitu:

  • Adanya kelainan sistem penyanggah testis. Kelainan yang terjadi dapat diakibatkan karena adanya gerakan yang terjadi secara berlebihan. Gerakan yang berlebihan dapat timbul karena beberapa keadaan, seperi: pada saat perubahan suhu yang mendadak yang terjadi pada saat berenang, pada saat seseorang mengalami ketakutan juga dapat menimbulkan gerakan yang berlebihan, latihan yang berlebihan, batuk, dan mengenakan celana yang terlalu ketat.
  • Peningkatan volume testis. Pada saat pubertas biasanya diikuti dengan perubahan bentuk tubuh salah satunya yang berubah adalah testis, perubahan testis ini bisa dihubungkan juga dengan terjadinya torsio testis.
  • Riwayat kriptorkismus. Kriptorkismus adalah kelainan bawaan genitalia yang paling sering ditemukan pada anak laki-laki setelah usia 1 tahun atau 2 tahun satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantong skrotum, tetapi berada disepanjang jalur desensus, pria yang memiliki riwayat penyakit ini saat kecil diduga dapat menyebabkan terjadinya torsio testis.
  • Trauma. Sekitar 50% pasien yang terkena torsio diakibatkan karena trauma. Torsio dapat timbul ketika seseorang sedang tidur karena spasme otot kremaster. Kontraksi otot ini karena testis kiri berputar berlawanan dengan arah jarum jam dan testis kanan berputar searah dengan jarum jam sehingga membuat aliran darah terhenti, dan terbentuk edema. Kedua keadaan tersebut menyebabkan iskemia testis yang pada akhirnya, testis akan mengalami nekrosis.
  • Adanya tumor testis. Sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa jika tidak segera ditangani secara serius. Resiko tumor testis mengintai pria yang berusia antara 15 sampai 35 tahun.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY