Penyebab Turunnya Kualitas Ereksi

SehatFresh.com – Kualitas seks seorang pria banyak yang kurang di perhatikan, sebagian besar ppria hanya melihat dari segi aktivitas seksual yang mengacu pada kemampuan diri mereka dalam berhubungan intim dengan pasangan tanpa memperhatikan kualitas penis saat ereksi. Padahal, ereksi merupakan kunci utama agar seorang pria dapat menikmati seks. Ereksi hanya dapat terjadi apabila pasokan darah ke penis memadai. semakin banyak aliran darah yang masuk ke penis, maka semakin kuat pula ereksinya.

Kadar hormon testoteron yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya gairah seksual pada pria, kesulitan mencapai orgasme dan berkurangnya sensitivitas alat kelamin. Tidak hanya itu, testoteron rendah juga dapat menyebabkan kekurangan energi, kelelahan, depresi dan meningkatkan lemak perut. Pada umumnya, kualitas ereksi seorang pria mulai menurun sejak usia pertengahan. Menurut para ahli, faktor usia juga berpengaruh dalam menentukan volume semen dan kualitas sperma seorang pria. Impotensi atau disfungsi ereksi juga telah dikaitkan dengan usia, di mana kondisi tersebut seringkali terjadi pada pria yang berusia 40 hingga 70 tahun.

Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Andropause adalah fase di mana produksi testosteron mengalami penurunan. Pria usia lanjut akan mulai mengalami penurunan volume dan kualitas sperma. Studi menunjukkan bahwa disfungsi ereksi atau impotensi kerap dikaitkan dengan penurunan kemampuan seks pria hingga 60 persen. Fungsi urin pria juga mengalami penurunan secara bertahap, yang mana para pria akan mengalami pelemahan aliran air seni dari waktu ke waktu. Hal ini dikarenakan otot kandung kemihnya melemah seiring dengan pertambahan usia. Dalam banyak kasus, pria juga mengalami pembesaran prostat.

Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah juga bisa mengganggu kemampuan ereksi seseorang. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga hal ini membuat lumen pembuluh akan menyempit secara perlahan. Hal ini tidak hanya terjadi di bagian pembuluh jantung atau otak, tapi juga di bagian organ reproduksi. Akibatnya, aliran darah ke organ reproduksi menjadi berkurang, dan hal ini pada akhirnya berdampak pada kualitas ereksi.

Di sisi lain, kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Kadar kolesterol tinggi yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah juga dapat menyebabkan terjadinya penebalan dan penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah pada penis menyebabkan terjadinya penurunan kualitas ereksi bahkan kesulitan dalam ereksi.

Sumber gamabar : www.foredi.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY