Penyebab Vertigo

Kata “vertigo” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga ita. Namun sayangnya banyak yang belum memahami dengan benar apa itu vertigo. Beberapa orang memahami vertigo sebagai suatu jenis sakit kepala yang diikuti dengan penglihatan yang berputar atau merasakan objek disekitarnya terlihat berputar dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Sejatinya, vertigo bukanlah sejenis sakit kepala yang bisa menyerang siapa saja. Menurut beberapa riset yang pernah dilakukan di Kanada pada pertengahan tahun 2009, vertigo paling sering menyerang mereka yang berusia antara usia remaja hingga dewasa. Namun untuk mengetahui dengan pasti mengapa serangan vertigo ini menyerang pada rentang usia tersebut, masih diperlukan riset lebih mendalam.

Serangan vertigo cukup bervariasi, mulai dari yang berlangsung selama beberapa detik atau bahkan selama beberapa hari sehingga penderitanya tidak bisa beraktivitas secara normal. Gejala lain yang berhubungan dengan vertigo adalah kehilangan keseimbangan yang akan membuat penderita sulit berdiri atau berjalan, mual atau muntah, dan pening.

Vertigo sendiri merupakan suatu gejala dan bukan sebuah penyakit. Mungkin banyak orang yang menganggap bahwa vertigo sama dengan pusing-pusing biasa, pada kenyataannya vertigo adalah salah satu bentuk gangguan keseimbangan dalam telinga bagian dalam. Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang merasa pusing dalam keadaan atau ruang di sekelilingnya menjadi seolah-olah berputar. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam.  Lebih detailnya, vertigo bisa disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  1. Gangguan telinga bagian dalam

Sebagian besar kasus vertigo terjadi ketika seseorang dengan secara tiba-tiba mengubah posisi kepala, misalnya ketika bangun tidur atau berdiri dengan cepat. Pusing yang terjadi akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa menit. Telinga bagian dalam memiliki banyak serabut saraf penghubung ke otak. Gangguan pada telingan bagian dalam dapat menimbulkan gangguan keseimbangan yang disertai dengan serangan sakit kepala yang dikenal dengan vertigo.

  1. Gangguan penglihatan

Selain utuk melihat, mata juga berfungsi sebagai alat keseimbangan. Maka dari itu, jika Anda mengalami gangguan penglihatan, maka hal itu bisa menjadi penyebab terjadinya vertigo.

  1. Saraf tertekan karena tulang ataupun tumor

Adanya tumor ataupun kelainan pada tulang tengkorak yang menekan saraf dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan yang samar atau dikenal juga dengan vertigo ringan.

  1. Infeksi labirin (Labirinitis)

Labirin adalah saluran berliku-liku penuh cairan yang mengendalikan pendengaran dan keseimbangan. Infeksi yang menyebabkan peradangan pada struktur sensitif yang terletak di bagian terdalam telinga tersebut dikenal dengan labirinitis. Peradangan pada labirin bisa menyebabkan informasi yang dikirim ke otak dari telinga dan mata yang tidak terinfeksi menjadi berbeda dengan informasi yang dikirim oleh sisi telinga yang terinfeksi. Perbedaan inilah yang dapat memicu timbulnya vertigo.

    5.   Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala terutama pada bagian depan atau di salah satu sisi kepala yang terkadang disertai mual dan sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Migrain biasanya dialami oleh kalangan muda dan dianggap sebagai salah satu penyebab umum dari vertigo..

  1. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah penyakit langka yang menyerang telinga bagian dalam. Salah satu gejalanya adalah vertigo yang parah. Penyakit ini bisa menyebabkan penderitanya kehilangan pendengaran, telinga berdengung, dan sensasi telinga terasa penuh. Serangan penyakit Meniere akan datang secara tiba-tiba selama berjam-jam bahkan berhari-hari dan seringkali menyebabkan mual dan muntah.

  1. Cedera kepala

Vertigo juga terkadang bisa timbul setelah Anda mengalami cedera kepala. Segera pergi ke dokter jika Anda mengalami gejala seperti pening atau vertigo, setelah Anda mengalami cedera kepala.

Segera pergi ke dokter jika vertigo Anda berlangsung terus-menerus. Dokter biasanya akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan sederhana. Selain itu, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis yang akurat.

*pic medisian.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here