Peradangan Berhubungan Dengan Depresi Wanita

SehatFresh.com – Temuan terbaru dari tim peneliti Amerika menunjukkan bahwa peradangan di berbagai bagian tubuh tampaknya menjadi penyebab depresi pada wanita. Pasalnya, banyak orang yang terkena depresi memiliki penyakit yang berhubungan dengan adanya peradangan di bagian tubuhnya. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Neuropsychopharmacology”, pada Januari 2015, peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) menyimpulkan bahwa peradangan tubuh turut bertanggung jawab untuk kerentanan wanita terhadap gejala depresi.

Peradangan adalah respon alami tubuh untuk sel dan jaringan yang cedera, yang dalam keadaan normal, memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk membatasi penyebaran kerusakan pada bagian tubuh lain. Sayangnya, peradangan berkelanjutan secara serius dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemungkinan terkena berbagai penyakit. Penyakit fisik tertentu yang terkait dengan peradangan yang tidak terkendali termasuk penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, kanker, diabetes dan berbagai penyakit yang dikenal sebagai penyakit autoimun. Semua kondisi tersebut terkait dengan peningkatan risiko yang signifikan dalam mengembangkan gejala depresi.

Dalam risetnya, para peneliti UCLA melibatkan 115 orang dewasa sehat untuk membantu menentukan seberapa besar potensi peradangan memicu depresi pada wanita. 69 dari 115 peserta studi adalah wanita. Setengah dari pria dan wanita yang menjadi partisipan penelitian menerima suntikan yang berisi bahan bakteri berbasis racun, sementara separuh lainnya menerima suntikan yang berisi plasebo tidak berbahaya. Setelah pemberian suntikan, para peneliti melihat perubahan peradangan terkait fungsi kekebalan tubuh. Para peneliti juga mengamati tanda-tanda depresi, serta tanda-tanda berkurangnya ketertarikan sosial untuk berinteraksi dengan orang lain.

Para peneliti menyimpulkan bahwa, di antara pria dan wanita, suntikan bakteri beracun memicu terjadinya peradangan terkait sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan perasaan depresi dan juga mengurangi ketertarikan untuk hubungan sosial. Ketika mereka membandingkan temuan antara jenis kelamin, mereka menyimpulkan bahwa wanita memperlihatkan indikasi yang lebih besar terhadap depresi dan berkurangnya rasa ketertarikan sosial daripada rekan-rekan pria mereka.

Secara keseluruhan, para penelitian percaya temuan mereka menunjukkan pentingnya peradangan dianggap sebagai pemicu depresi pada wanita. Mereka juga percaya bahwa wanita relatif ekstrim dalam menananggapi peradangan, dan ini mungkin membantu menjelaskan perbedaan risiko depresi diantara pria dan wanita.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY