Peran Protein Terhadap Imunisasi

SehatFresh.com РSistem kekebalan tubuh yang kuat didukung oleh diet seimbang yang mengandung jumlah yang tepat dari semua nutrisi penting, terutama protein. Karena sistem kekebalan tubuh terdiri dari protein dan bergantung pada sintesis protein, maka tidak mengherankan bila kekurangan protein dalam diet bisa berimbas pada  melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Tubuh menggunakan asam amino yang ditemukan dalam protein untuk membantu membangun protein dalam tubuh, termasuk protein yang membantu membuat sistem kekebalan tubuh. Misalnya, imunoglobulin yang juga disebut antibodi, merupakan protein yang beredar dalam darah dan membuat komponen kunci sistem kekebalan yang kuat. Protein juga merupakan bagian dari antibodi, interferon dan pelengkap protein yang mendukung sel sistem kekebalan dalam melawan virus, bakteri atau zat asing lain dalam tubuh.

Mendapatkan asupan protein yang memadai berarti juga menjaga sistem kekebalan tubuh. US Institute of Medicine merekomendasikan asupan protein harian 56 gram untuk pria, 46 gram untuk wanita dan 71 gram per hari untuk wanita hamil dan menyusui. Seorang atlet umumnya membutuhkan protein ekstra. International Society of Sports Nutrition menyarankan 0,64-0,91 gram protein per pon berat badan setiap hari untuk orang dewasa yang aktif.

Sumber protein tidak hanya terpaku pada daging. Mengonsumsi terlalu banyak daging merah justru tidak baik untuk kesehatan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa asupan protein dari daging bisa diganti dengan sumber protein lain yang lebih sehat seperti ikan, unggas, dan susu rendah lemak. Nutrisi dalam sumber makanan tersebut juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah serta membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Bagi mereka yang menerapkan diet vegan, asupan protein seringkali dikhawatirkan mengingat sebagian besar protein berasal dari makanan hewani. Seseorang yang mengikuti diet vegan tidak makan atau menggunakan apa pun yang berasal dari hewan. Ini berarti bahwa vegan tidak makan daging, ikan, atau unggas, dan tidak mengonsumsi atau menggunakan produk sampingan hewan seperti telur, produk susu, madu, bulu, kulit, sutra, atau kosmetik atau sabun yang mengandung produk hewani. Sumber protein alternatif bagi mereka adalah kacang-kacangan, susu kedelai, tahu, tempe, quinoa dan lentil.

Selain kekurangan protein, kekurangan gizi lainnya juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan zinc, selenium, tembaga, zat besi, asam folat dan vitamin E, C, B-6 dan A dapat mengubah fungsi kekebalan tubuh. Harvard Health Publications menyarankan agar mengonsumsi berbagai biji-bijian, buah-buahan dan sayuran setiap hari agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

Sumber gambar : www.budhii.web.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY