Peranan Mineral Untuk Fungsi Tubuh Yang Sehat

SehatFresh.com – Mineral dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Tubuh membutuhkan mineral untuk melakukan fungsi-fungsi vitalnya. Mineral diklasifikasikan sebagai mikronutrien. Meski jumlah yang diperlukan hanya sedikit, namun asupannya tetaplah penting. Sama halnya seperti vitamin, mineral tidak mengandung kalori sehingga tidak menjadi sumber energi langsung. Namun, mineral bekerja dengan nutrisi lain agar tubuh berfungsi dengan tepat.

Mineral dibagi menjadi dua kategori, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan tubuh dalam jumlah besar. Kebutuhan sehari-hari untuk mineral makro berkisar dari ratusan hingga lebih dari seribu miligram. Mineral makro mencakup natrium, kalium, magnesium, kalsium, fosfor, sulfur dan klorida. Sedangkan mineral mikro hanya diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tubuh, biasanya kurang dari 20 miligram per hari. Besi, tembaga, yodium, mangan, seng, selenium, dan flour adalah beberapa mineral yang masuk dalam kategori mikro.

Pola makan harian yang sehat harus mencakup berbagai macam makanan yang dapat menyediakan semua mineral yang tubuh butuhkan. Lantas, mineral apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh?

  • Kalsium
    Kalsium adalah mineral yang paling berlimpah dalam tubuh. Kalsium bertanggung jawab dalam membangun tulang dan gigi yang kuat serta berperan penting dalam kontraksi otot dan transmisi impuls saraf. Sumber kalsium yang baik termasuk produk susu, sayuran berdaun hijau dan makanan yang diperkaya kalsium.
  • Fospor
    Tubuh membutuhkan asupan fosfor untuk pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan sel-sel dan jaringan, serta untuk generasi DNA dan RNA. Anda dapat menemukan fosfor dalam unggas, daging, telur, ikan dan kacang-kacangan.
  • Magnesium
    Magnesium berkontribusi terhadap produksi energi, merangsang enzim dan membantu tingkat keseimbangan kalsium. Sumber yang baik dari magnesium termasuk biji-bijian, almond, kacang mete, dan sayuran berdaun hijau.
  • Natrium
    Selain sangat berperan dalam fungsi otot dan saraf, natrium membantu menjaga tekanan darah dan volume darah. Garam meja atau natrium klorida, adalah jenis natrium yang paling umum. Natrium juga terbentuk secara alami dalam makanan seperti seledri, susu dan bit.
  • Kalium
    Kalium adalah elektrolit yang berfungsi untuk menghantarkan listrik dalam tubuh. Mineral ini diperlukan untuk mendukung kesehatan jantung, pencernaan dan fungsi otot. Semua daging, salmon, ikan cod dan kacang-kacangan mengandung sejumlah besar kalium, seperti halnya produk susu, buah-buahan dan sayuran.
  • Klorida
    Klorida membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Beberapa contoh makanan yang mengandung klorida adalah rumput laut, selada, buah zaitun, gandum dan tomat.
  • Besi
    Besi merupakan bagian integral dari hemoglobin, yang ditemukan dalam sel-sel darah merah yang memberikan oksigen ke jaringan tubuh. Makanan yang kaya zat besi termasuk telur, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau dan buah-buahan kering.
  • Seng
    Seng mendukung fungsi kekebalan tubuh yang sehat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan sel. Kacang-kacangan dan daging sapi menawarkan jumlah seng yang cukup tinggi.
  • Mangan
    Tubuh membuat jaringan ikat, hormon seks, tulang dan faktor pembekuan darah dengan bantuan mangan. Sumber makanan terbaik dari mangan termasuk nanas, gandum, biji-bijian, kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Yodium
    Yodium membantu tubuh membuat hormon tiroid, yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang normal. Makanan yang mengandung yodium termasuk biji wijen, bayam, lobak hijau dan labu.
  • Flour
    Fluor mengurangi risiko terjadinya kerusakan gigi dan membantu menjaga struktur tulang. Flour dapat ditemukan dalam makanan laut, gelatin dan teh.
  • Selenium
    Selenium berperan penting dalam fungsi tiroid dan membantu fungsi sistem kekebalan tubuh. Bawang putih, biji bunga matahari dan gandum merupakan sumber selenium yang baik untuk tubuh.

Sumber gambar : www.waterlic.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY