Perbandingan Obat Generik dan Obat Paten

SehatFresh.com – Banyak asumsi yang beredar di masyarakat terkait obat generik dan obat paten yang belum dipahami oleh masyarakat. Salah satu yang paling populer, sejumlah konsumen percaya bahwa obat generik yang lebih murah adalah obat yang kurang berkualitas, dan yang lebih mahal adalah obat yang berkualitas. Sebagai konsumen cerdas, kita perlu mengetahui apa perbedaan antara kandungan obat generik dan obat paten serta alasan terkait penetapan harganya yang memang cukup jauh.

Sebelum obat generik muncul dipasaran, awalnya produsen obat memproduksi obat paten. Obat paten tersebut diproduksi melalui serangkaian proses yang rumit dan penuh dengan biaya. Mulai dari pembuatan proposal penelitian, proses penelitian, mengolah kandungan obat, mendapatkan hak paten kandungan obat yang telah ditemukan hingga memproduksi obat tersebut. Dalam memasarkan obat tersebut, diperlukan proses promosi, iklan, dan kerja sama dengan berbagai pihak yang juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Proses-proses tersebut adalah alasan mengapa harga obat paten menjadi relatif mahal.

Ketika jangka waktu hak paten obat tersebut habis, produsen obat akan melakukan perpanjangan hak paten, sekaligus produsen obat lain dapat membeli hak paten tersebut untuk memproduksi obat dengan merek lain. Terdapat beberapa produsen obat yang memproduksi obat dengan nama generik atau nama kandungan obat tersebut saja. Produsen tersebut pada awalnya membeli hak paten obat bermerek untuk memproduksi obat generik. Obat generik biasanya selalu diberikan nama sesuai dengan kandungan obatnya.

Produsen obat generik tidak perlu lagi memerlukan proses penelitian dan proses-proses awal sebelumnya obat tersebut diproduksi. Hal ini membuat harga obat generik jauh lebih murah dibandingkan obat paten atau bermerek. Obat generik juga tidak memakai nama obat tertentu yang tidak boleh ditiru oleh produsen lain, melainkan obat generik menggunakan nama kandungan obat itu saja, sehingga tidak perlu membuat hak paten untuk nama obat tersebut. Produksi obat generik juga harus mendapatkan ijin produksi obat-obatan dari pihak pengawasan obat. Mulai dari mekanisme kerja, efek obat, masa kerja, hingga efek samping obat generik harus sama dengan obat bermerek.

Dari segi kualitas, obat generik tidak jauh berbeda dengan obat bermerek. Namun, ada beberapa kondisi tertentu seperti penyakit yang parah seperti sepsis atau infeksi yang luas, penyakit kronis yang sangat membutuhkan perawatan khusus, membutuhkan obat paten karena obat-obat tersebut umumnya belum ada obat generiknya. Obat generik dapat digunakan untuk setiap kondisi penyakit bila obat generik tersebut tersedia. Berkat adanya obat generik, konsumen dapat menghemat biaya pengobatan serta mendapatkan manfaat yang sama baiknya dengan obat paten atau bermerek.

Sumber gambar : mahalnya-harga-obat-12.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY