Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

SehatFresh.com – Selepas dari pemberian ASI, umumnya bayi akan diberi susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Namun, susu formula yang berasal dari susu sapi seringkali biang keladi alergi pada anak. Tidak selalu alergi, gejala yang ditunjukan bayi setelah mengonsumsi susu juga bisa saja mengindikasikan intoleransi laktosa. Sayangnya, banyak orang tua yang memahami perbedaan dua kondisi tersebut.

Apa itu alergi susu?
Alergi susu merupakan respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan produk olahannya. Susu sapi merupakan penyebab utama dari alergi susu, tetapi jenis susu lainnya juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Alergi susu terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah dalam menilai kandungan protein di dalam susu sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh, sehingga memicu reaksi alergi. Konsumsi susu dalam jumlah sedikit saja bisa menyebabkan reaksi alergi yang cepat dan parah. Reaksi tersebut bisa terjadi dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah susu atau produk susu lainnya dikonsumsi.

Gejala alergi susu yang muncul secara langsung umumnya adalah mual, sesak napas, dan muntah. Setelah beberapa menit, gejala alergi bisa berkembang menjadi diare, kram perut, gatal pada kulit dan pembengkakan bibir. Pada kasus tertentu, gejala alergi bisa menyebabkan anafilaksis yaitu reaksi alergi parah yang berpotensi mengancam jiwa. Untuk memastikan anak Anda mengalami alergi susu, maka perlu dilakukan pengujian alergi oleh dokter atau ahli alergi.

Apa itu intoleransi laktosa?
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa. Laktosa sendiri merupakan gula yang terdapat pada susu dan produk olahannya. Intoleransi laktosa terjadi karena tubuh tidak menghasilkan enzim laktase secara memadai. Tanpa enzim lactase yang cukup, maka tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan baik dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Tingkat intoleransi laktosa berbeda-beda pada setiap orangnya. Hal ini tergantung pada berapa banyak enzim laktase yang dapat diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, ada beberapa orang yang masih bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan sedikit laktosa, tetapi juga ada beberapa orang yang harus menghindarinya sama sekali.

Gejala dari intoleransi laktosa yang paling utama adalah masalah pada saluran pencernaan, seperti sakit perut, kembung, mulas, muntah, dan diare. Untuk memastikan anak Anda mengalami intoleransi laktosa atau alergi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Beberapa orang penderita intoleransi laktosa ada yang masih bisa mengonsumsi sebagian kecil produk susu tanpa mengalami gejala. Namun sebagian lainnya langsung merasa tidak nyaman setiap kali mereka mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa meski dalam jumlah yang sangat sedikit.

Sumber gambar : ladyamericanaindonesia.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY