Perbedaan Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Alergi susu sapi dan intoleransi laktosa adalah dua jenis penyakit yang berbeda tetapi seringkali terjadi kesalahpahaman dalam mengidentifikasi dua penyakit ini, karena gejala yang hadir hampir sama. Meskipun begitu, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa memiliki penyebab yaang berbeda. Lalu, apakah yang membedakan alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa?

Jika alergi disebabkan oleh reaksi abnormal dari sistem imun pada tubuh ketika kontak dengan zat alergen, intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh mencerna kandungan laktosa pada susu. Jika penyebab alergi susu sapi adalah protein dari susu sapi, intoleransi laktosa disebabkan karena masalah enzim laktase manusianya.

Kejadian alergi susu sapi tidak langsung terlihat setelah anak minum susu, tetapi setelah berkali-kali mengkonsumsi susu sapi hingga pada suatu waktu susu sapi membuat anak mengalami diare. Ciri lain dari alergi susu sapi adalah munculnya kemerahan atau rasa gatal pada tubuh setelah minum susu sapi. Sedangkan jika intoleransi laktosa, diare terjadi langsung setelah anak mengkonsumsi susu. Karena pada tubuh anak kekurangan enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna laktosanya.

Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi merupakan jenis alergi yang paling umum terjadi pada anak-anak. 95% kasus alergi susu sapi terjadi pada usia 1 tahun pertama bayi. Mayoritas anak teridentifikasi memiliki alergi susu sapi pada 4 bulan pertama. 9 dari 10 pasien alergi susu sapi berhasil sembuh dari alergi setelah usia 3 tahun. Alergi susu sapi merupakan respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan produk olahannya. Alergi terjadi saat sistem kekebalan tubuh salah dalam menginterpretasikan kandungan protein di dalam susu sebagai substansi yang berbahaya bagi tubuh sehingga memicu reaksi alergi dan mempengaruhi banyak organ di dalam tubuh. Reaksi bisa terjadi dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah mengkonsumsi susu. Gejala alergi susu sapi yang muncul secara langsung sebagai contoh adalah mual, sesak nafas dan muntah. Setelahnya, gejala alergi bisa berkembang menjadi diare, keram perut, bengkak pada bibir dan gatal pada kulit.

Intoleransi Laktosa

Berbeda dengan alergi susu sapi, intoleransi laktosa disebabkan oleh tubuh yang kekurangan enzim laktase. Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang untuk mencerna laktosa, yaitu gula yang terdapat pada susu dan produk olahannya karena tubuhnya tidak menghasilkan enzim laktase dengan cukup. Tanpa adanya enzim laktase, maka laktosa tidak akan dapat dicerna dengan baik dan akan menyebabkan gangguan pencernaan. Tingkat intoleransi laktosa masing-masing orang adalah berbeda, tergantung dari banyaknya jumlah enzim laktase yang bisa diproduksi oleh tubuh. Karena itu, ada beberapa orang yang masih bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung sedikit laktosa, namun ada juga orang yang harus menghindarinya sama sekali. Tidak seperti alergi susu sapi yang menimbulkan banyak gejala pada tubuh, intoleransi laktosa hanya menimbulkan gejala pada saluran pencernaan. Gejala intoleransi laktosa yang paling utama adalah gangguan saluran pencernaan seperti muntah, sakit perut, perut kembung dan diare.

Meskipun gejala diantara mereka hampir sama, keduanya memiliki mekanisme yang berbeda. Dapat disimpulkan bahwa reaksi alergi susu sapi melibatkan reaksi kekebalan tubuh akibat protein susu, sedangkan intoleransi laktosa tidak melibatkan reaksi kekebalan tubuh, melainkan karena kurangnya produksi enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna laktosa pada susu. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here