Perbedaan Antara Penyakit Anorexia dan Bulimia

SehatFresh.com – Kegemukan hampir selalu menjadi hal yang menakutkan bagi wanita. Banyak wanita yang terobsesi memiliki tubuh ramping hingga mereka rela diet ketat atau melakukan olahraga ekstrim. Akibat hal ini, banyak wanita yang menderita gangguan makan (eating disorder), yaitu anorexia dan bulimia. Anoreksia dan bulimia adalah gangguan makan kompleks yang dapat secara dramatis berdampak pada pikiran, perasaan, perilaku dan kesehatan seseorang.

Anggota keluarga, teman sebaya atau orang lain yang menekan seseorang untuk menurunkan berat badan atau memperindah penampilan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan anoreksia atau bulimia. Tidak hanya pada wanita, pria juga bisa mengembangkan gangguan ini. Anorexia dan bulimia merupakan gangguan makan yang bisa serius dan akan merugikan jika dibiarkan. Namun, ada perbedaan dari kedua kondisi tersebut.

  • Anorexia

Mereka yang menderita anorexia (anorexia nervosa) memiliki pandangan menyimpang tentang kegemukan atau takut akan menjadi gemuk. Pandangan yang menyimpang ini membuat mereka mengurangi porsi makan sehingga dari hari ke hari mereka makan dengan porsi yang semakin sedikit. Dengan cara ini, mereka berharap dapat mengurangi berat badan mereka. Sebagian dari penderita anorexia juga merasa tidak nyaman saat harus makan di depan orang lain sehingga biasanya mereka melakukannya di ruangan terkunci atau tertutup.

  • Bulimia

Sama halnya dengan anorexia, penderita bulimia juga memiliki ketakutan menjadi gemuk. Perbedaannya, penderita bulimia tidak membiarkan diri mereka kelaparan. Penderita bulimia cenderung makan dalam jumlah banyak makan dapat membuat stress mereka berkurang. Namun setelah makan dalam jumlah besar mereka merasa sangat bersalah dan takut gemuk sehingga mereka selalu mencari cara untuk mengeluarkan kembali makanan yang telah ia makan dengan merangsang makanan untuk dimuntahkan kembali atau menggunakan obat pencahar.

Menurut para ahli, gangguan makan disebabkan oleh obsesi wanita menjadi kurus. Pasalnya, kurus selalu diidentikkan dengan kecantikan. Anorexia dan bulimia tidak hanya berbahaya bagi kesehatan tetapi juga beresiko menyebabkan kematian akibat kekurangan gizi. Riwayat gangguan makan pada keluarga juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan anoreksia dan bulimia. Para ahli dari University of Maryland Medical Center, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa gangguan makan seperti anorexia dan bulimia delapan kali lebih mungkin terjadi pada orang yang berhubungan dengan seseorang dengan gangguan tersebut. Pasalnya, kromosom tertentu telah diidentifikasi dan dicurigai terkait dengan anoreksia dan bulimia. Sementara penelitian tambahan diperlukan, beberapa dokter percaya bahwa faktor genetik adalah penyebab lain yang paling menyebabkan gangguan makan ini.

Sumber gambar : deafebrinda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY