Perbedaan Baby Blues Syndrome dan Depresi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Baby Blues Syndrome atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah kondisi perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar sebagian besar wanita setelah melahirkan bayinya. Kondisi ini sering dianggap aneh, karena umumnya ketika menanti kehadiran buah hati hadir perasaan senang dan bahagia, namun pada sebagian Ibu bisa berubah menjadi depresi setelah proses kelahiran bayi. Baby Blues Syndrome biasanya berlangsung sampai 2 minggu dan masih dalam kategori ringan. Tetapi ketika Anda mengalaminya lebih dari 2 minggu, kemungkinan besar itu bukanlah Baby Blues Syndrome, melainkan Postpartum Depression. Dan dalam hal ini, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Sebenarnya apa penyebab terjadinya Baby Blues Syndrome dan depresi pasca melahirkan? Kondisi ini bisa disebabkan oleh pengaruh perubahan hormonal wanita setelah melahirkan, kelelahan Ibu dalam mengurus bayi, perubahan bentuk tubuh dan biasanya karena masalah menyusui seperti ASI yang tidak bisa keluar.

Jika tanda-tanda baby blues masih terlihat pada Ibu lebih dari dua minggu atau setidaknya lebih dari satu bulan, waspadai hal itu bisa berlanjut menjadi depresi. Depresi pasca kelahiran juga bermacam-macam tingkatannya dari ringan sampai dengan berat. Penyebab depresi bisa disebabkan dari faktor fisik, psikologis dan psikososial.

Lalu apa sebenarnya perbedaan antara Baby Blues dan Depresi pasca kelahiran? Pada kondisi depresi, gejala yang muncul melebihi pada kondisi Baby Blues dimana seorang Ibu akan mulai mudah untuk tersinggung, kehilangan nafsu makan, kehilangan minat terhadap diri sendiri dan pada bayinya, sering menangis dan berbicara sendiri. Dan kemungkinan terparahnya adalah sang Ibu mulai berfikir untuk melukai bayi dan dirinya sendiri. Melukai bayi dan diri sendiri juga tidak selalu karena depresi pasca kelahiran tapi bisa saja karena gangguan jiwa atau psikosis. Karena itu, diharapkan orang-orang di sekitar Ibu mulai dari suami, keluarga dan teman sebaiknya memperhatikan dan mengerti kemungkinan jika Ibu mengalami Baby Blues ataupun depresi.

Seorang Ibu dikatakan menderita depresi pasca kelahiran jika menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Ketidakstabilan emosi yang berlangsung lebih dari tiga minggu setelah melahirkan
  • Tidak mempedulikan tugasnya sebagai Ibu karena terlalu sedih, cemas dan marah untuk sebab-sebab yang sulit dimengerti dan dijelaskan.
  • Merasa dalam tekanan dan beban yang sangat besar.
  • Menangis terus menerus.
  • Tidak peduli dengan bayi dan bahkan tidak mau berdekatan dengan sang bayi.
  • Cemas berlebihan terhadap sang bayi.
  • Nafsu makan yang berubah drastis.
  • Sulit beristirahat dengan tenang.

Perbedaan Baby Blues dan Depresi terletak pada frekuensi, intensitas dan durasi berlangsungnya gejala-gejala di atas. Pada kondisi depresi, Ibu akan merasakan gejala-gejala tersebut lebih sering, lebih lama dan lebih hebat. Cara membedakan keduanya bisa dilihat dari pola tidur Ibu. Jika ada orang lain yang menjaga bayi dan Ibu bisa tertidur, kemungkinan besar Ibu hanya menderita Baby Blues. Tetapi jika Ibu sulit tidur walaupun bayinya sudah dijaga oleh orang lain, maka kemungkinan tingkat depresi Ibu sudah masuk ke dalam tahap depresi pasca kelahiran. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here