Perbedaan Dari Infeksi Bakteri Dan Virus

SehatFresh.com – Infeksi bakteri atau infeksi virus? Apa yang membedakannya? Infeksi bakteri dan infeksi virus memiliki banyak kesamaan. Keduanya merupakan infeksi yang disebabkan oleh mikroba yang dapat ditularkan melalui :

  • Batuk dan bersin.
  • Kontak denganorang yang terinfeksiterutamamelalui ciumandan hubungan seks.
  • Kontak denganmakanandan airyang terkontaminasi.
  • Kontak denganhewanyang terinfeksi, sepertihewan peliharaan,ternak, dan serangga.

Infeksi bakteri dan virus juga dapat menyebabkan gejala yang sama seperti batuk dan bersin, demam, radang, muntah, diare, kelelahan, dan kram, yang semuanya merupakan cara sistem kekebalan tubuh yang mencoba membersihkan tubuh dari organisme menular. Meski sama dalam sejumlah hal, terdapat perbedaan antara keduanya seperti perbedaan struktur organisme dan cara keduanya dalam menanggapi obat.

Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tumbuh di berbagai jenis lingkungan. Beberapa bakteri tinggal di lingkungan dingin atau panas yang ekstrim. Beberapa jenis bakteri juga berkembangbiak di usus manusia. Kebanyakan bakteri tidak berbahaya, dan beberapa bahkan membantu mencerna makanan, menghancurkan mikroba penyebab penyakit, melawan sel-sel kanker, dan menyediakan nutrisi penting. Hanya kurang dari satu persen bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia.

Virus

Virus lebih kecil daripada bakteri. Tidak seperti bakteri, virus tidak dapat bertahan hidup tanpa host seperti manusia, tumbuhan atau hewan. Virus hanya dapat berkembang biak dengan melekatkan diri ke sel. Dalam kebanyakan kasus, virus memprogram ulang sel-sel untuk membuat virus baru sampai sel pecah dan mati. Kebanyakan virus menyebabkan penyakit.

Penemuan antibiotik untuk infeksi bakteri dianggap salah satu terobosan paling penting dalam sejarah medis. Sayangnya, bakteri sangat mudah beradaptasi, dan terlalu sering menggunakan antibiotik justru membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik. Antibiotik tidak efektif terhadap virus, dan banyak organisasi terkemuka sekarang merekomendasikan penggunaan antibiotik hanya ketika ditemukan bukti jelas bahwa itu benar-benar infeksi bakteri.

Vaksin telah secara drastis mengurangi jumlah kasus baru penyakit akibat virus seperti polio, campak, dan cacar. Selain itu, vaksin dapat mencegah infeksi seperti seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), dan infeksi lainnya. Namun, pengobatan infeksi virus ini lebih menantang, terutama karena virus relatif kecil dan berkembang biak di dalam sel.

Membedakan infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri atau mikroba lain memang tidak mudah. Untuk itu, jika Anda atau keluarga terkena infeksi, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar penanganannya lebih tepat. Mengonsumsi obat sembarangan bukannya menyembuhkan, malah bisa membuat tubuh menjadi resisten terhadap obat tertentu.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY