Perbedaan Jenis Makanan Oat dengan Granola

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di Indonesia, gandum belum dikenal luas sebagai makanan sehari-hari. Tidak heran masih cukup banyak orang bertanya tentang gandum. Pertanyaan paling sering terlontar adalah Gandum sama dengan oat bukan sih?

Gandum bukanlah oat, bentuk boleh mirip tapi secara gizi dan rasa berbeda. Salah satu hal mendasar yang membedakannya adalah oat tidak bergluten sedangkan gandum naturally bergluten. Meski begitu, ada pula oat yang gluten free karena ikut terpapar oleh gandum, rye dan lain-lain.

Di samping itu ada pula granola. Oat dan granola ialah dua jenis makanan yang memang dikenal dan diyakini manfaat kesehatannya, terutama membantu menyukseskan program diet dan gaya hidup sehat.

Banyak orang yang justru menganggap dua jenis makanan ini adalah sama. Padahal, faktanya oat dan granola merupakan dua jenis makanan yang justru berbeda. Tak sedikit pula orang yang salah membeli ataupun salah mencoba. Jadi, yuk kenali perbedaan oat dan granola supaya tak salah kaprah dengan keduanya.

Oat berasal dari biji gandum. Oat diproses dengan dipotong (steel-cut), dihancurkan (crushed), dihaluskan (ground) ataupun dibuat menjadi oat bulat (rolled oat). Pengolahan oat pun berbeda-beda di pabrik. Jadi, umumnya dikenal tiga jenis oat, yakni rolled oat, steel cut-oat dan oat instan. Pengolahan ini membuat tiga jenis oat memiliki tekstur dan waktu masak yang bervariasi. Oat juga memiliki rasa yang hambar. Jika ingin ada rasa manis atau gurih, biasanya orang menambahkan oat dengan madu atau susu dan lain-lain sesuai selera.

Oat tidak bisa langsung dimakan tanpa diolah, baik direbus atau dilarutkan dalam air panas hingga menjadi bubur gandum (oatmeal). Oat juga memiliki tekstur yang halus dan lembut, seperti bubur ketika Anda menyantapnya.

Sementara itu, granola dibuat dari biji oat yang dikeringkan dan dipanggang sehingga menghasilkan tekstur yang crunchy ketika Anda menikmatinya. Tekstur crunchy ini juga datang dari biji-bijian, buah kering atau kacang-kacangan yang sering kali ditambahkan pada produk granola.

Selain renyah, granola memiliki rasa manis. Sebab, dalam proses pembuatannya biji gandum yang diolah tersebut ditambahkan pemanis. Granola juga diolah dengan minyak sebagai perekat bahan-bahannya sehingga tekstur granola sedikit menempel dibandingkan dengan muesli yang cenderung mirip serbuk berbulir besar.

Mengingat sudah dipanggang dan memiliki rasa, granola bisa langsung dimakan tanpa perlu diproses dahulu di rumah. Jenis sereal granola ini tidak seperti muesli atau sereal lainnya yang makannya harus dilarutkan menggunakan susu, tapi bisa langsung dimakan. Kalaupun dicampur susu ini bukan untuk mengolahnya, tetapi hanya sebagai cara makan yang disukai penikmatnya. Dari segi tekstur, granola memiliki tekstur yang garing dan crunchy yang membuatnya terasa kriuk-kriuk ketika menikmatinya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here