Perbedaan Kandungan Nutrisi pada Ayam Broiler dengan Ayam Kampung

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Daging ayam merupakan suatu jenis lauk pauk yang memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh. 90% orang menyukai jenis makanan ini. Masyarakat lebih menyukai ayam broiler dibandingkan dengan kampung. Alasannya sangat jelas kenapa masyarakat pada saat ingin membeli ayam di pasar lebih menyukai ayam broiler karena daging ayam broiler memiliki harga lebih murah dibandingkan dengan daging ayam kampung. Tetapi pernahkah anda berfikir bahwa dengan perbedaan harga tersebut tentunya memiliki perbedaan keuntungan dan kekurangan dari setiap masing-masing ayam. Apa perbedaan dari ayam broiler dan ayam kampung?

Secara fisik ayam broiler biasa disebut dengan ayam negri. Ayam broiler memiliki tubuh yang lebih gemuk, kulit yang mengkilap dan warna daging juga mengkilap, daging yang empuk dan kenyal saat dipegang, kulit daging ayam broiler cenderung lebih mudah sobek. Sedangkn daging ayam kampung tampak lebih kurus dan kecil dengan tulang dada yang menonjol dan kulit bagian dada yang keriput, daging ayam kampung biasanye lebih alot dan kulit ayam kampung biasanya tidak mudah robek.

Selain memiliki perbedaan fisik, ayam broiler dan ayam kampung juga memiliki perbedaan kandungan nutrisi. Perbedaan kandungan nutrisi apa saja yang ada pada ayam broiler dan ayam kampung?

  1. Ayam kampung memiliki kandungan kalori 246 kkal. Sedangkan ayam broiler memiliki kandungan kalori 295 kkal
  2. Ayam kampung memiliki kandungan protein sebanyak 37,9 gr. Sedangkan ayam broiler memiliki kandungan protein sebanyak 37 gr
  3. Ayam kampung memiliki kandungan lemak 9 gr. Sedangkan ayam broiler memiliki kandungan lemak 14,7 gr.

Selain perbedaan kandungan kalori, protein dan lemak yang terdapat pada ayam kampung dan ayam broiler juga terdapat perbedaan kandungan zat hemoglobin. Menurut seorang ahli pangan dari IPB yaitu Prof Ahmad Sulaeman menyatakan bahwa ayam kampng dagingnya berwarna kemerahan karena didalamnya mengandung hemoglobin yang tinggi. Seorang pakar tersebut menjelaskan bahwa kandungan hemoglobin ini menunjukan bahwa yam kampung memiliki kandungan zat bes yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler. Selain itu ayam kampung lebih tidak mengandung antibiotik dan memiliki kandungan yang lengkp seperti kalsium, kalium, zinc, fosfor yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Perbedaan tersebut di sebabkan karena pertumbuhan ayam broiler jauh lebih cepat dibandingkan dengan ayam kampung. Ayam broiler untuk mencapai bobot 1,5 kg membutuhkan waktu 5 – 7 minggu. Sedangkan ayam kampung untuk mencapai bobot 1,5 kg membutuhkan waktu 30 minggu. Selain itu perbedaan keduanya ditentukan oleh jenis makanannya. Ayam kampung mengkonsumsi makanan dengan bahan biji-bijian yang alami sedangkan ayam broiler diberi nutrisi agar pertumbuhannya lebih cepat dan dagingnya lebih banyak.

Berdasarkan surat edaran Direktur Kesehatan Hewan no 329/XII/4-1 tahun 1983 tindakan untuk menyuntikan bahan kimia ke dalam hewan ternak sudah dilarang. Namun alangkah baiknya apabila anda meminimalisir untuk mengkonsumsi ayam brailor tersebut. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here