Perbedaan Muntah Normal dan Tidak Normal pada Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hampir semua bayi pasti pernah mengalami muntah. Beberapa ada yang mengalami muntah sesekali dan ada juga yang mengalami muntah setiap habis makan. Sebagai orang tua, Anda tak perlu merasa panik ketika buah hati muntah. Namun, Anda juga tetap harus siaga jika kondisi ini terjadi.

Pada dasarnya muntah yang dialami oleh bayi tergolong reaksi yang normal, akan tetapi kondisi ini bisa juga menjadi pertanda jika bayi Anda mengalami masalah kesehatan yang serius. Muntah pada bayi ada dua jenis, yakni muntah normal dan muntah tidak normal atau abnormal, berikut penjelasan perbedaannya.

Muntah yang Normal

Bayi yang baru berusia beberapa minggu setelah kelahiran wajar apabila sering mengalami muntah. Karena pada usia tersebut, bayi sedang menyesuaikan diri dengan makanan. Muntah jenis ini sering disebut gumoh.

Biasanya si buah hati akan gumoh setelah minum susu. Setelah menelan susu, kemudian susu akan melewati bagian belakang mulut, lalu turun ke kerongkongan, dan akhirnya diteruskan ke lambung. Pada saat berada di antara kerongkongan dan lambung, akan bertemu cincin otot. Cincin tersebut menjadi pintu masuk susu ke dalam lambung. Setelah susu berhasil masuk ke lambung, cincin akan menutup.

Namun jika cincin tidak menutup dengan sempurna, susu bisa saja kembali ke kerongkongan, lalu terjadilah gumoh atau muntah. Dalam ilmu kesehatan disebut refluks.

Di usia beberapa minggu pasca lahir, bayi rentan mengalami refluks karena ukuran lambung yang masih kecil. Pada rentan usia tersebut, cincin otot belum bisa bekerja secara sempurna. umumnya, cincin akan tumbuh kuat pada saat bayi berusia sekitar 4 hingga 5 bulan. Pada masa ini bayi mungkin sudah berhenti mengalami gumoh atau muntah.

Selain hal tersebut, muntah bisa terjadi ketika bayi menangis atau batuk secara berlebihan. Kemungkinan Anda akan sering melihat si buah hati muntah karena hal ini pada tahun pertama tumbuh kembangnya.

Muntah yang Abnormal

Bayi muntah yang tidak normal bisa berhubungan dengan kondisi kesehatannya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab terjadinya muntah tidak normal:

  • Keracunan makanan.
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Infeksi virus atau bakteri.
  • Pneumonia.
  • Infeksi telinga.
  • Radang usus buntu.
  • Stenosis pilorus (cincin otot yang menghubungkan antara lambung dan usus terlalu tebal sehingga mengakibatkan menutupnya jalur menuju lambung dan membuat makanan tidak dapat lewat).
  • Meningitis.

Tanda-tanda bahwa bayi Anda mengalami muntah abnormal, antara lain:

  • Saat muntah, bayi anda akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan. Kondisi semacam ini bisa menjadi pertanda bayi Anda mengalami gangguan pada ususnya.
  • Dia terlihat sangat kesakitan.
  • Dia muntah secara hebat dan terus-menerus.
  • Muntah lebih dari sekali setelah mengalami cedera. Hal ini kemungkinan bisa menjadi pertanda gegar otak.
  • Muntah yang diiringi pembengkakan (membesarnya) perut.
  • Terdapat darah pada muntahan si buah hati. Namun, apabila darah yang keluar hanya sedikit, Anda tak perlu khawatir karena itu merupakan kondisi normal yang biasa terjadi pada bayi. Namun apabila banyak atau terus menerus mengeluarkan darah bersamaan muntahan, segera konsultasikan pada dokter
  • Muntah diiringi menguningnya kulit dan mata bayi. Kondisi semacam ini dapat menjadi tanda bahwa bayi Anda mengalami sakit kuning atau jaundice. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here