Perbedaan Penyakit Kista dengan Miom

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kista dan miom adalah dua jenis penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita. Kista dan miom seringkali dianggap sama. Kedua penyakit ini merupakan semacam tumor yang menyerang organ reproduksi perempuan. Kista dan miom bersifat jinak pada tingkatan tertentu, namun kista dan miom memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kista merupakan tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan dan berisi cairan. Sedangkan miom adalah bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak atau istilah sederhananya adalah daging yang tumbuh di rahim.

Kista biasanya tumbuh di rahim, saluran telur, indung telur, dan juga dapat tumbuh di vagina dan vulva (bagian luar vagina). Sedangkan miom umumnya tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Gejala yang ditimbulkan kista biasanya tidak akan terlalu parah dan tidak terlalu berpengaruh pada kehamilan. Namun, miom yang tumbuh di leher rahim (miom servik uteri) bisa menyebabkan infertilitas, karena dapat menghambat masuknya sperma ke rahim. Miom pada masa kehamilan dapat menyebabkan kelainan letak janin di mana posisi janin menjadi melintang. Pada wanita yang tidak hamil, miom pun dapat menyebabkan kelainan haid (haid menjadi tidak teratur atau terlalu banyak mengeluarkan darah).

Pertumbuhan miom cenderung dipengaruhi oleh faktor hormonal. Hormon berperan penting dalam aktivitas rahim, khususnya hormon estrogen. Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan miom karena jaringan miom memiliki jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi daripada jaringan otot rahim. Miom bisa berbahaya karena dapat tumbuh di beberapa lokasi di dalam rahim, dengan berat dan ukuran yang bervariasi. Sedangkan untuk penyebab kista, banyak penelitian menyatakan bahwa kista mungkin disebabkan oleh berbagai zat kimia yang bersifat karsinogenik. Inilah mengapa kista pada wanita yang berusia di atas 45 tahun bisa berkembang menjadi kanker.

Perbedaan dari kista dan miom juga dapat dilihat dari wujudnya. Kista ovarium berbentuk kantong yang berisikan cairan, sedangkan miom berbentuk padat. Untuk bisa membedakan kista dan miom, perlu dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) empat dimensi. Hal ini dikarenakan cukup sulit membedakan keduanya dengan pemeriksaan konvensional. Saat ukuran kista dan miom mulai membesar, maka diperlukan penanganan khusus seperti tindakan pengangkatan laparoskopi dan laparatomi. Tindakan ini hanya disarankan bagi wanita memiliki kista atau miom dengan ukuran di atas 5cm.

Baik kista atau miom, keduanya dapat dihindari dengan penerapan pola hidup yang sehat dan berkualitas. Untuk menghindari penyakit miom dan kista dianjurkan agar mengurangi konsumsi makanan berlemak dan meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan serat. Selain itu, hindari pemberian zat tambahan seperti penyedap rasa pada makanan. Yang paling penting adalah Anda harus rutin berolahraga dan sebisa mungkin hindari stress.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here