Perhatikan Frekuensi Buang Air Kecil Bayi yang Normal

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pembaca yang memiliki anak bayi tentunya bertanya-tanya sebenarnya berapa frekuensi buang air kecil bayi yang normal. Informasi berikut dapat membantu Anda dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Berapa Kali Bayi Buang Air (BAK) Kecil?

Bayi mengalami pola buang air kecil dan besar yang berbeda karena banyak faktor salah satunya pola makan pada bayi. Bayi dengan usia 3 bulan tentu setiap satu jam akan sering buang air kecil daripada bayi di atas usianya secara rata-rata. Bertambahnya usia pada bayi 12 bulan misalnya, akan bertambah menjadi 2-3 jam. Ciri-ciri frekuensi buang air kecil bayi yang tidak normal sebagai berikut:

  1. Selama 24 jam buang air kecil bayi kurang dari 3 kali.
  2. Warna urine yang dikeluarkan bayi tampak pucat.
  3. Urine pada bayi mengandung darah.
  4. Bayi tampak seperti kesakitan ketika buang air kecil.

Produksi dan frekuensi urin yang normal pada bayi berkisar antara 1-2 ml/kg berat badan/jam. Jika berat bayi sebesar 6 kg, maka volume urin per hari sekitar 144-288 ml. Bisa disimpulkan bahwa bayi mengalami buang air kecil (BAK) sekitar 4-6 kali sehari. Konsistensi urin yang sehat pada bayi juga berwarna jernih kekuningan. Jika urin pada bayi berwarna kuning tua, sedikit dan pekat, itu berarti menandakan kurangnya cairan pada bayi.

Berbagai penyebab seorrang bayi kurang cairan seperti berikut:

  • Demam dengan suhu tinggi
  • Asupan cairan terbatas
  • Diare
  • Muntah.

Frekuensi Buang Air Kecil Pada Bayi

Normalnya bayi yang masih ASI eksklusif memang buang air kecil sebanyak 10-20 kali sehari. Semakin bertambahnya usia pada bayi, frekuensi semakin berkurang. Usia 0-4 bulan biasanya bayi buang air kecil sebanyak 10-20 kali. Usia 5-6 bulan biasanya bayi buang air kecil sebanyak 10-15 kali. Usia 1 tahun biasanya bayi buang air kecil sebanyak 5-10 kali. Bayi harus buang air kecil minimal 6 kali sehari sebagai tanda mendapatkan asupan cairan yang cukup baik dari ASI maupun formula.

Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Buang Air Kecil

  • Pemberian ASI atau pemberian susu formula. Bayi yang mengkonsumsi susu formula lebih sering buang air kecil.
  • Makanan pendamping ASI. Makana pendamping ASI atau MPASI juga jadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap frekuensi BAK dan BAB bayi. Bayi yang diberikan MPASI, biasanya menjadi sering BAB atau bahkan jadi lebih jarang.
  • Kondisi cairan tubuh. Jika cairan tubuh bayi terjaga dengan baik maka tentu dia akan lebih sering BAK dan BAB, tapi jika bayi mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh maka cenderung lebih jarang BAK dan BAB.
  • Penyakit. Jika ada penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun virus pada bayi, maka frekuensi BAK menjadi lebih sering.

Demikian informasi mengenai frekuensi buang air kecil pada bayi yang normal. Semoga informasi tersebut dapat memberikan rujukan pada orangtua untuk memahami frekuensi buang air kecil yang normal. (MLS).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY