Perilaku Agresif Pada Anak-Anak

SehatFresh.com – Ketika anak-anak menunjukkan perilaku agresif, tentu itu menjadi kekhawatiran dan tantang bagi orang tua, guru, dan pengasuh lainnya. Karena pada dasarnya anak-anak tidak lahir agresif, perilaku ini berasal dari berbagai penyebab eksternal. Tindakan agresif itu sendiri didefinisikan sebagai tindakan memaksa atau memusuhi yang dimaksudkan untuk menakut-nakuti atau mendominasi orang lain. Pada anak-anak, tindakan ini dapat terlihat dalam beberapa bentuk, tergantung pada usia dan lingkungan anak itu sendiri.

  • Agresif pada bayi dan balitabiasanya ditunjukkan dengan menangis, menggigit, dan memukul.
  • Anak usia sekolah menunjukkan agresif dengan menjadi argumentatif, memukul, mencubit, mengancam, mengintimidasi (bully) dan menampilkan perilaku menantang di sekolah

Ada banyak alasan mengapa anak-anak bisa berperilaku agresif, beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan hal-hal yang terjadi sebelum mereka lahir. Berikut ulasannya :

  • Stres kehamilan

Jika seorang ibu dalam situasi yang “keras” atau sangat stres selama kehamilan, tubuhnya dapat memproduksi hormon stres (kortisol) berlebih. Ini mungkin mempengaruhi perilaku anaknya, bahkan sejak sang anak dilahirkan.

  • Pola asuh

Sosok panutan adalah faktor yang sangat berpengaruh besar karena anak-anak cenderung meniru apa yang orang dewasa lakukan terutama orang tua mereka. Anak-anak yang dilecehkan atau dibesarkan oleh orang tua yang memiliki gaya pengasuhan yang buruk lebih cenderung berperilaku agresif karena mereka tidak memiliki panutan untuk perilaku yang sesuai dan keterampilan dalam mengatasi situasi.

Sebagai contoh, orang tua otoriter sering menghukum anak-anak yang tidak mengikuti aturan. Orang tua tidak merasa bahwa ia harus secara terbuka berkomunikasi dengan anaknya, tapi malah menunjukkan citra yang bertanggung jawab. Akibatnya, anak sering bertindak dan berperilaku buruk ketika jauh dari orang tua.

  • Lingkungan sekitar

Masyarakat dan budaya di lingkungan budaya, seperti lingkungan dalam kota di mana anak-anak menyaksikan kekerasan sebagai hal yang biasa, juga dapat berkontribusi untuk perilaku agresif. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of the Canadian Academy of Child and Adolescent Psychiatry”, menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di “zona perkotaan” sering kekurangan panutan dewasa dan pengasuh yang tepat untuk mengajarkan kontrol dan pengaturan diri.

Jika Anda sebagai orang tua sudah tidak bisa mengendalikan perilaku agresif anak Anda, segera buatlah janji dengan dokter anak Anda. Dokter mungkin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan neurologi guna memastikan ada tidaknya kelainan, luka atau trauma pada otak. Jika tidak ditemukan penyebab fisik, langkah selanjutnya adalah evaluasi oleh psikiater. Psikiater dapat membantu menentukan apakah faktor emosional atau lingkungan yang menjadi penyebabnya.

Sumber gambar : pimasiimangunsong.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY