Perilaku Kecanduan Seksual

SehatFresh.com – Ketika seks sudah menjadi sesuatu yang menguras segala aspek kehidupan dan bahkan membuat seseorang menjauhkan diri dari kehidupan yang wajar, hal tersebut kemungkinan menunjukkan gejala kecanduan seks. Kecanduan seksual disebut dengan berbagai istilah. Hiperseks, nymphomania, hypersexuality dan perilaku seksual kompulsif adalah istilah yang berbeda untuk menggambarkan serangkaian gejala yang sama terkait kecanduan seksual. Kecanduan seksual dapat dianggap sebagai proses kecanduan mirip dengan perjudian. Dengan demikian, pecandu seks biasanya menghabiskan lebih banyak waktu dalam mengejar seks dan asmara (proses) daripada dalam tindakan seksual itu sendiri.

Kecanduan seksual ditandai oleh kelebihan, pemikiran dan perilaku seksual yang cenderung berisiko. Hal ini tidak ditunjukkan oleh seseorang yang memiliki nafsu seks yang besar. Orang dengan kecanduan seks bahkan tidak mungkin mengalami banyak kesenangan dalam seks ketika mereka terlibat dalam pengalaman seksual. Kecanduan seksual dapat dilihat sebagai upaya adaptif untuk mengatur suasana hati dan mentolerir stres melalui penyalahgunaan rangsangan fantasi seksual yang intens. Beberapa ahli meyakini bahwa kecanduan seksual adalah respon disfungsional yang berkaitan dengan kepribadian bawaan, karakter atau kekurangan pengaturan emosional, serta reaksi terhadap pelecehan dan trauma.

Gejala-gejala kecanduan seksual menjadi signifikan secara klinis ketika masalah telah terjadi selama lebih dari enam bulan. Orang dengan gangguan hiperseksual mungkin mengeluh bahwa mereka sulit untuk berkonsentrasi pada apa pun di luar fantasi dan pikiran seksual mereka. Mereka melakukan seks hanya untuk mengurangi kebosanan, depresi atau rangsangan daripada untuk mencapai kedekatan dengan pasangan atau menikmati tindakan itu sendiri. Fantasi dan aktifitas seksual menggantikan cara lain untuk mengatasi stres. Seks dan pikiran seksual memberi pengaruh yang besar pada peristiwa kehidupan lainnya sehingga menghasilkan kecemasan. Selain itu, perilaku seksual terjadi dengan cara-cara yang tidak pantas atau dengan mitra yang tidak pantas. Dalam kasus ekstrim, perilaku ini dapat menyebabkan seseorang menjadi bahaya bagi orang lain. Orang dengan gangguan hiperseksual tidak lagi mengindahkan potensi risiko untuk diri sendiri atau orang lain.

Gejala-gejala tersebut mungkin melibatkan beberapa mitra yang hadir secara fisik, cybersex, telepon seks, masturbasi kompulsif atau kombinasi dari perilaku ini. Karakteristik yang membedakan dari gangguan adalah campur tangan dari pikiran dan tindakan seksual di mana penderita mungkin tidak ingin terlibat dalam perilaku tersebut tetapi merasa terdorong untuk melakukannya. Ketika mereka mencoba untuk menghentikan fantasi seksual mereka, mereka akan merasa bahwa mereka tidak dapat berhenti hingga pada akhirnya melakukan kembali kebiasaan tersebut.

Masalah kecanduan seksual merupakan masalah perilaku seksual yang serius dan perlu komitmen yang serius dari penderitanya untuk berhenti. Sama halnya dengan kecanduan obat terlarang, pecandu seks juga perlu mendapat perawatan dan rehabilitasi. Untuk menangani masalah ini, diperlukan bantuan ahli konseling atau profesional di bidangnya untuk menghentikan perilaku seksual kompulsif yang tidak sehat tersebut.

Sumber gambar : idfl.me

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY