Perilaku Yang Mengindikasikan Gangguan Kecemasan

SehatFresh.com – Semua orang akan merasa cemas dan stres pada beberapa waktu tertentu. Ini adalah kondisi normal yang menyertai kehidupan. Kecemasan bisa dipicu oleh sesuatu yang “menakutkan” seperti suara keras di malam hari atau karena dimarahi atasan. Emosi juga bisa dipicu secara internal oleh mimpi atau pikiran negatif. Ketika kecemasan itu terasa begitu kuat sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, ini bisa mengindikasikan gangguan kecemasan.

Hal yang menjadi pemicu kecemasan akan mengaktifkan amygdala (sekelompok sel bagian dari sistem limbik otak yang memainkan peran penting dalam respon emosional dan memori jangka panjang). Amygdala akan mengevaluasi apakah informasi yang diterimanya dapat berhubungan dengan setiap peristiwa yang berbahaya atau mengancam dari masa lalu. Semakin banyak kenangan yang berkaitan dengan ketakutan dan kecemasan, semakin mudah akan menaikkan sinyal kecemasan.

Begitu otak menganggap sebuah situasi berpotensi bahaya, hipotalamus dan kelenjar hipofisis merangsang pelepasan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol. Hormon stres meningkatkan detak jantung, laju napas, tingkat gula darah, keringat, dan sirkulasi darah ke otot-otot. Akibatnya, Anda merasa panas, berkeringat, tegang, jantung berdebar, napas terengah-engah, gemetar atau bahkan nyeri dada. Reaksi fisiologis ini dapat muncul begitu tiba-tiba, dan dirancang secara alamiah untuk melindungi dari bahaya dan membuat Anda tetap aman.

Dengan kata lain, kecemasan adalah perasaan yang normal dengan tujuan penting. Namun, ketika bahkan pemicu kecemasan menyebabkan respon kecemasan bereaksi berlebihan secara teratur, Anda berurusan dengan gangguan kecemasan. Jika dibiarkan, kondisi bisa semakin memburuk. Hal yang membedakan antara kecemasan normal dan gangguan kecemasan adalah apakah perasaan Anda menyebabkan penderitaan, perilaku disfungsional atau mengganggu kehidupan sehari-hari. Ini bisa tampak dalam beberapa perilaku di bawah ini :

  • Kekhawatiranyang berlebihan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Cenderung selalu melihat dan membandingkan masa lalu dengan masa sekarang dan merenungkan tentang skenario terburuk
  • Merasatidak berdayadan tidak mampu membuat keputusan
  • Mengalami kesulitan dengan pekerjaan dan hubungan karena perasaan ketidakamanan, keraguan, dan ketakutan
  • Mengobati diri sendiri dengan alkohol, nikotin dan lain sebagainya
  • Masalahtidur atauterbangun ditengahmalam dan tidak bisa rileks lagi
  • Gejala fisikseperti tekanandarah tinggi, denyut jantung tidak teratur, nyeri kronis, danberat badan yang naik turun

Jika Anda memiliki gangguan kecemasan, Anda juga mungkin mengalami depresi. Beberapa orang dengan gangguan kecemasan cenderung mengguanakan alkohol atau obat lain agar mereka merasa lebih baik. Ini mungkin memberikan bantuan sementara, namun pada akhirnya dapat membuat kondisi lebih buruk. Gangguan kecemasan dapat diobati dengan obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi dari keduanya. Pengobatan mungkin tidak sepenuhnya menyembuhkan, tetapi ini dapat membantu mengendalikan gejala sehingga Anda bisa hidup normal tanpa dihantui kecemasan berlebih.

Sumber gambar : koranjitu.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY