Peringatan Awal Diabetes

SehatFresh.com – Saat ini, diabetes merupakan ancaman penyakit yang menghantui akibat gaya hidup yang buruk. Sebenarnya, Anda tidak begitu saja tiba-tiba menderita diabetes. Keadaan sebelum Anda dinyatakan masuk ke diabetes disebut “prediabetes”. Prediabetes dikenal juga dengan istilah “borderline diabetes” yang diibaratkan sebagai pintu masuk menuju diabetes. Prediabetes merupakan ketidaknormalan metabolisme tubuh yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah Anda, tetapi belum menyentuh kriteria untuk diabetes.

Seseorang bisa dikatakan mengidap prediabetes jika kadar gula darahnya telah melampaui batas normal, namun belum mencapai batas diagnosa diabetes. Kadar gula batas normal 80-140 mg/dl (dalam kondisi tidak puasa, 2 jam sesudah makan). Bila gula darah sudah mencapai 140 mg/dl-200 mg/dl, maka bisa dikatakan sudah masuk kategori prediabetes. Sedangkan bila gula darah di atas 200 mg/dl, maka masuk kategori diabetes. Untuk mengetahui diagnosa prediabetes, pemeriksaan kadar gula darah mutlak diperlukan. Maka dari itu, pemeriksaan kadar gula darah rutin sangat diperlukan guna mengetahui apakah terjadi peningkatan kadar gula darah yang signifikan atau tidak.

Prediabetes ini merupakan sinyal bahwa tubuh sudah mulai mengalami gangguan dalam mengelola gula darah. Hal buruknya, prediabetes ini tidak selalu diindikasikan dengan tanda atau gejala yang khas, dan dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 tanpa diketahui. Walaupun ada gejala seperti perasaan haus, buang air kecil yang lebih sering dari biasanya, mudah merasa letih, lelah seperti tidak punya energi, namun karena gejala tersebut berkembang sangat lambat, sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya.

Bila Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup atau tidak adanya intervensi yang dilakukan, maka dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun, prediabetes bisa berubah menjadi diabetes. Meski Anda belum dapat dikatakan mengidap diabetes, akibat komplikasi jangka panjang dari diabetes terutama pada jantung dan sistem pembuluh darah, kemungkinan sudah mengancam kesehatan Anda.

Diabetes tidak dapat disembuhkan, namun kondisi prediabetes masih sangat mungkin untuk diperbaiki. Untuk itu, dituntut kesadaran yang tinggi untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Tidak ada pengobatan khusus untuk penderita prediabetes, tindakan pencegahan adalah hal yang paling penting. Dalam hal ini, modifikasi gaya hidup merupakan hal yang mutlak perlu dilakukan. Pola makan, aktifitas fisik atau olahraga dan pengetahuan akan kesehatan harus diperbaiki.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan pradiabetes dapat mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 58% dengan melakukan perubahan kecil pada gaya hidup, terutama dalam hal pola makan dan aktifitas fisik. Para ahli merekomendasikan penderita prediabetes untuk mengurangi berat badan sebesar 5-10% dan rutin melakukan aktifitas fisik ringan minimal 30 menit setiap hari.

Diabetes pada dasarnya adalah penyakit degeneratif, namun pengembangannya bisa lebih cepat akibat gaya hidup yang tidak sehat. Terlebih saat ini, gaya hidup masyarakat modern yang cenderung serba instan seperti sering mengonsumsi junk food, membuat banyak orang berusia di bawah 30 tahun sudah didiagnosa terkena penyakit ini.

Sumber gambar : wantdiabetescured.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY