Perkembangan Identitas Seksual Remaja

SehatFresh.com – Identitas seksual adalah fokus utama ketika remaja melewati masa pubertasnya dan mulai merasakan ketertarikan seksual. Rasa ingin tahu tentang seks dan respon atas perasaan seksual adalah bagian dari perkembangan seksual yang sehat. Tahun-tahun menjelang masa dewasa juga membentuk perkembangan moral dan karakter. Beberapa remaja akan mempertanyakan orientasi seksual atau jenis kelamin mereka dan mungkin terlibat beberapa percobaan dalam upaya mereka memastikan atau melawan kecurigaan mereka.

Umumnya, anak perempuan mulai melihat dampak perubahan hormon yang disebabkan dalam tubuhnya seperti perkembangan payudara pada usia 8-13 tahun, sementara anak laki-laki menyadari penis dan testis semakin besar antara usia 10 dan 14. Citra tubuh menjadi hal yang lebih diperhatikan namun juga dikhawatirkan yang mengiringi proses terungkapnya ientitas seksual remaja. Dalam proses ini, remaja mungkin terlibat dalam aktivitas seksual dengan sesama jenis atau lawan jenis mereka. Namun, terlibat dalam aktivitas seksual dengan pasangan seks yang sama tidak secara otomatis menentukan preferensi seksual seseorang.

Secara mendasar, gender berbeda dari jenis kelamin. Jenis kelamin biologis merupakan pemberian Tuhan. Sedangkan, konsep gender adalah sifat-sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dibentuk baik secara sosial maupun kultural. Menurut American Psychological Association, gender merujuk pada peran secara sosial, perilaku, sifat dan kegiatan di mana pada budaya tertentu dianggap sesuai untuk pria dan wanita. Salah satu yang paling menarik mengenai peran gender adalah, peran tersebut berubah seiring waktu dan berbeda antara satu kultur dengan kultur yang lain.

Identitas gender ini tertanam kuat sejak anak-anak dalam diri mereka dan muncul mengikuti jenis kelamin mereka secara fisik. Mereka yang sudah mantap memiliki identitas gender tertentu bahkan ketika menghadapi situasi stres dan situasi mengancam, identitas gender mereka tidak akan berubah. Gangguan identitas gender (GIG) adalah gangguan yang terjadi ketika seseorang memiliki identitas gender yang berbeda dengan jenis kelamin yang mereka miliki secara fisik. Misalnya, secara fisik mereka memiliki jenis kelamin pria, tapi mereka menganggap diri mereka adalah seorang wanita dan mereka berpikir bahwa mereka adalah wanita yang terperangkap dalam tubuh pria.

Kesadaran seksualitas merupakan aspek penting dari pembentukan identitas. Hal ini akan berdampak pada citra diri dan hubungan. Meski proses ini pada dasarnya didorong secara biologis, ekspresi seksual ini merupakan bagian yang ditentukan oleh budaya. Pengawasan dan pengasuhan yang efektif dari orang tua adalah hal yang paling utama yang dapat membantu mencegah masalah-masalah perilaku remaja, termasuk dalam hal perilaku terkait seksualitasnya.

Terdapat lima aspek perkembangan terkait sosialisasi seksual, yaitu identitas seksual, identitas gender, peran seks, kemampuan, pengetahuan, dan nilai-nilai seksual, serta batasan-batasan perilaku dalam konteks seksual. Semua aspek tersebut disosialisasikan terutama oleh orang tua secara benar kepada remaja. Melalui sosialisasi yang baik, diharapkan remaja memiliki rasa tanggung jawab terhadap perilaku seksualnya. Rasa tanggung jawab ini akan menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga perilaku seksual. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk berhati-hati dalam berhubungan dengan pasangannya serta tidak terjadi pemahaman seksualitas yang tidak tepat.

Sumber gambar : almefemme.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY